Opini kumplus - Dalipin - Hak Istimewa

Hak Istimewa

tidak tertarik dengan banyak hal. insecure one trick pony.
14 Januari 2022 9:28
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
COVID-19 tak henti-hentinya mengekspos sifat dasar (buruk) manusia: egois, semaunya sendiri, tak bertanggung jawab, dan munafik. Terlebih ketika yang bersangkutan—politisi, selebritas, olahragawan, hartawan, atau siapa pun—mempunyai “kekuasaan”. Seolah kekuasaan itu memberi mereka katebelece (surat sakti) untuk diberi pengecualian dari apa yang berlaku umum.
Belakangan diketahui, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menghadiri acara minum-minum yang diselenggarakan stafnya pada tanggal 20 Mei 2020, ketika kebijakan lockdown tengah berlaku untuk seluruh Inggris Raya lewat dekret yang ia putuskan sendiri. Kesalahan bukan hanya pada Boris Johnson sendiri, stafnya sepertinya juga merasa kebijakan lockdown berlaku buat orang kebanyakan tetapi tidak untuk mereka.
Masih mending mereka ini bukanlah kelompok antivaksin. Bagaimana dengan kasus petenis nomor satu dunia saat ini, Novak Djokovic? Ia dikenal sebagai, paling minimal, skeptis pada vaksin.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparan+
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparan+
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Orang dengan kuasa kerap merasa apa yang berlaku buat orang umum tidak berlaku buat mereka. Saya tak akan terkejut kalau model Rachel Vennya dan Ahmad Dhani itu lebih banyak lagi. Kolom Yusuf Arifin, terbit tiap Jumat, hanya di kumparanplus.
35 Konten
KONTEN SEBELUMNYA
Takhayul
Yusuf Arifin
verified-round
Lihat Lainnya