Berhenti Ngedumel, Jalanin Aja

Pendiri Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran

Orang sering ngeluh. Seakan enggak punya waktu. Sehingga harus melepas satu atau banyak hal, sebagai upaya dari memprioritaskan sebagian pekerjaan dan aktivitas.
Seorang star leader di sebuah unit usaha dan bisnis, atau setingkat di atasnya, atau setingkat di bawahnya, harus melepaskan dulu aktivitasnya, sebab HP saja enggak kepegang. Padahal HP adalah salah satu alat kerja, bisnis, dan aktivitas dalam unit tersebut. Alasannya adalah pingin konsentrasi kuliah, dan bla bla bla.
Semua, sebenarnya tentang doa dan bagaimana kita mengelola waktu dan manajemen. Kurang apa supaya seabrek-abrek kerjaan dan aktivitas lainnya.
Alhamdulillah, selalu ada saja kemudahan dan jalan dari Allah. Dan waktunya juga kayak cenderung bertambah luas. Cobain jajal;
Yang pertama, shalat selalu di awal waktu. Sehingga kita punya keberkahan waktu. Waktu yang rasanya sempit bisa dibuat lapang oleh Allah. Dan sebaliknya. Inget, Allah Maha Membolak-balikkan keadaan. Yang kedua, luangkan waktu untuk Qur’an. Berinteraksi dengan Qur’an; tidak hanya membaca ayat-ayat-Nya saja, tapi juga mentadabburi maknanya. Dan jangan sisakan waktu, tapi luangkan waktu untuk Qur’an. Supaya Allah juga memberi keluasan waktu.
Cara berikutnya, yang ketiga adalah luangkan waktu untuk berdakwah. Apa pun kerjaannya, apa pun aktivitasnya, luangkan waktu untuk berdakwah. Dengan berdakwah, kita akan punya waktu yang luas dan berkah. Kemudian yang keempat adalah dengan berdoa. Berdoa agar Allah kasih luas dan berkah waktu, plus juga kasih orang-orang terbaik yang bisa membantu meringankan dan mensukseskan apa yang tengah dikerjakan.
Bukannya dengan mengeluh. Karena mengeluh enggak akan bisa mengubah apa pun soal waktu.
Dikit-dikit ngeluh,
“Ah, sehari cuma 24 jam. Mana cukup buat ngerjain ini semua.”
“Ah, seminggu cuma tujuh hari, mana muat buat nyelesain urusan kuliah dan urusan kerjaan.”
“Aduh, yang ini belum selesai, udah dikasih kerjaan yang lain lagi aja.”
“Numpuk banget, nih kerjaan. Gimana bisa diselesaikan kalau begini.”
Dan lain-lain.
Ngedumel, ngeluh, ngerengek, ini enggak akan bisa menyelesaikan urusan kita. Apa dengan ngedumel urusan kita bisa tiba-tiba selesai? Apa dengan ngeluh urusan kita semuanya bisa clear? Apa dengan ngerengek orang lain jadi tergerak buat membantu kita? Tidak.
Yang ada malah mengurangi nilai keikhlasan kita. Berhenti mengeluh. Berhenti ngedumel. Berhenti ngerengek. Ganti dengan berdoa. Ganti dengan ucapan-ucapan positif. Ubah kebiasaan negatif dengan kebiasaan baik. Jalani saja, wong Allah enggak mungkin membebani hamba-Nya diluar batas kemampuannya, kok. Hehehe.

