Kumparan Logo
Cover-Yusuf Mansur
Yusuf Mansur.

Doa, Mendoakan, Minta Didoakan

Yusuf Mansur

Yusuf Mansurverified-green

Pendiri Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Quran

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Yusuf Mansur. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Yusuf Mansur. Foto: kumparan

Mau jadi orang kaya, doakan dulu kekayaan untuk orang lain. Mau jadi orang sukses, doakan dulu kesuksesan untuk orang lain. Lah, pak Ustadz.. kan kita yang mau kaya, kita yang mau sukses, kenapa jadi kita yang ngedoain orang lain? Harusnya kan kita berdoa untuk kekayaan dan kesuksesan diri kita sendiri, dong.

Logikanya seperti itu. Lazimnya seperti itu. Mainstream-nya begitu. Tapi coba dah kita lakukan sesuatu yang di luar kebiasaan, di luar logika manusia. Kita pakai cara Allah.“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama,” (HR.Muslim).

Jangan pelit ama doa. Doa yang banyak. Minta sama Allah yang banyak. Jangan cuma doa buat diri sendiri. Doain juga orang lain. Orang-orang terdekat kita. Orang tua, saudara sekandung, saudara seiman, saudara seislam, doain saudara sebangsa setanah air, yang masih hidup maupun yang sudah wafat, doain juga buat orang-orang yang Allah kirimkan sebagai penguji keimanan kita, siapa pun, gimana pun caranya, kirimkan doa untuk semua makhluk Allah di muka bumi ini.

Doanya difilter. Doa yang baik-baik aja yang dikirim. Yang enggak baik mah enggak usah, dah. Rugi.Apalagi dalam kondisi kita sedang merasa terzalimi oleh orang lain. Bener-bener dah, mustajab.Manfaatin buat ngedoain orang-orang sekeliling kita. Kirim Al-Fatihah buat mereka. Jangan sampai dahada doa yang buruk keluar dari lisan kita.

Sebab apa yang kita doakan buat orang lain, itulah yang akankembali ke kita juga.Allah Maha Mendengar. Cuma suara hati aja Allah bisa dengar, apalagi yang jelas-jelas keluar dari lisankita? Cuma ngucap di batin aja Allah dengar dengan jelas, apalagi yang kita keluarkan lewat kata-kata?Dahsyat.

Tapi pak Ustadz, itu orang ngeselin bener. Bikin emosi. Bawaannya jadi pingin marah. Masa iya kita kudu tetap ngedoain yang baik-baik buat dia? Susah, pak Ustadz. Namanya juga lagi kesel, kan. penginnya doa yang jelek-jelek aja, dah.

Kalau masih pingin doain keburukan buat orang lain, berarti harus siap menerima kalau keburukan itu kembali kepada kita. Kalau masih pingin doain yang jelek-jelek buat orang lain, berarti kudu nerima nanti kalau kejelekkan-kejelekkan itu balik ke diri kita.Kalau enggak mau nerima keburukan akibat doa sendiri, ya berarti doanya yang baik-baik.

Doain orang-orang yang ngeselin itu biar pada baik lisannya, biar lisannya Allah jaga, biar lisannya selalu basah dengan kata-kata yang Allah sukai. Doain mereka biar selalu ada dalam lindungan Allah, umurnya panjang, umurnya berkah, sisa hidupnya bermanfaat buat sesama.

Jangan malah ngedoain; “gue sumpahin lu di depan ketabrak motor. Ketabrak mobil. Masuk rumah sakit.Enggak ada yang jengukin. Enggak ada yang nolongin.” Laaaaaaaahhhhh..... kalau malah nanti kita yang begitu, gimana? Mau, emang? Jangan doakan orang lain sesuatu yang kita sendiri enggak mau.

Toh, enggak ada ruginya kita ngedoain orang lain yang baik-baik. Dan justru bukan rugi yang kita terima,tapi malah keuntungan besar. Sebab saat doanya berbalik ke kita, kita dapetin yang baik-baik itu. Atau boleh juga kita yang minta didoakan oleh orang lain. Kekuatan saling mendoakan ini juga kuat.

Untuk keselamatan, untuk kesehatan, kesejahteraan, kedamaian, ketenangan, kesuksesan, keberhasilan, untuk apa pun yang kita mau. Minta orang lain doain kita. Biar doanya juga bisa balik ke diri orang lain itu. Ini yang namanya the power of doa.