Untitled Image
6 Februari 2021 10:24

Fokus, Jangan Ribut

Ada yang antar saudara, senengnya ribut. Ada yang dibuat ribut oleh orang lain. Ketika ribut, pasti lengah. Energi habis buat ribut. Fokusnya ke ribut. Jadi ga jaga dapur. Ga jaga lemari. Ga jaga yang lain yang barang kali diincer yang lain.
ADVERTISEMENT
Jika satu kaum ga bisa ditundukkan dari luar, maka diacak-acak tuh kaum supaya pada ribut sendiri. Demikian juga keluarga kita.
Fokus, Jangan Ribut (129490)
ilustrasi pixabay.com
Ketika ayah ibu ribut, maka anak-anak pasti terbengkalai. Sesekali ribut, wajar barangkali. Tapi, kalau terus-terusan dan membesar? Semua elemen keluarga, harus banyak menahan diri. Liat kepentingan yang lebih besar. Jangan liat kepentingan sesaat dan pribadi.
Saya jadi inget tulisan saya tentang ayam. Ayam dari tadi liat ada makanan di dalem. Tapi, ada orang-orang yang menjaganya. Dan ayam nunggu momen.
Hingga akhirnya ayam melihat, orang-orang ini, ribut. Masuklah ayam. Nyelonong ke dapur dan makan makanan yang diincer.
Sebenarnya, orang-orang ini tau, bahwa ada ayam masuk. Sebagiannya malah liat. Sebagiannya lagi, udah ngendus duluan rencana ayam.
ADVERTISEMENT
Tapi semua lagi pada ribut. Terkuasai hawa nafsu untuk ribut, yang memang jadi stempel ke manusia, yang dikhawatirkan malaikat-malaikat Allah. Dan ayam pun berhasil bawa makanan yang diincernya. Orang-orang yang pada ribut, liat, tau, dan bengong. Tapi, ribut lagi.
Kata mereka, “Elo sih…” “Elo tuh…” ” Elo…” “Elo…” sementara ayam, malah manggil ayam-ayam lain, untuk ikut ambil. Lagi dan lagi.
Fokus, Jangan Ribut (129491)
Yusuf Mansur. Foto: kumparan.

sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white