kumparan
20 Januari 2020 10:06

Jangan Ragu Berselawat kepada Nabi

Cover-Yusuf Mansur
Yusuf Mansur. Foto: kumparan
Dengan sepenuh-penuhya cinta kepada Nabi. Maka selawat-selawat itu akan mendorong dan membawa doa-doa kita ke Allah.
ADVERTISEMENT
Ada ustaz yang istrinya kena miom dan harus operasi. Lalu baca empat ribuan selawat setiap hari. Subhaanallaah walhamdulillaah. Miomnya hilang.
Ada yang enggak punya pekerjaan. Bingung. Resah. Gelisah hingga ia kirimkan ribuan selawat untuk Baginda Nabi. Pekerjaan lantas menghampiri.
Ada yang bosan tinggal di rumah kosan, lalu ia banyakin berselawat kepada Nabi. Ribuan selawat dikirimkan untuk Nabi. Alhamdulillah banyak perubahan.
Ada yang sepi banget warungnya. Tokonya. Lalu ia dan suaminya berselawat kepada Nabi. Akhirnya tokonya tutup dan diganti bisnis lain yang ramai sekali.
Ada Zaki yang pindah-pindah terus sekolah karena bandel dan lain hal. Satu saat ia nyadar. Terus nyantren. Dan tambah berkenalan dengan selawat. Sekarang sedang S3. Beasiswa.
ADVERTISEMENT
Ada yang enggak tahu lagi mau ngapain. Utangnya segunung. Tanpa tahu juga dari mana utang-utang ini muncul. Lalu ribuan selawatnya ngilangin utang-utang itu.
Berselawat kepada Nabi. Mudah-mudahan kelak kita minimal disapa dan disenyumin Nabi. Syukur-syukur diajak duduk dan tinggal satu surga bersamanya dan bersama keluarga kita.
Sekali ngehajar selawat. Jangan lantas hanya hari ini saja, tapi istikamahkan bertahun-tahun. Biar keberkahan dari berselawat, nampak terasa.
Setiap satu selawat, mendatangkan juga ampunan Allah bagi sepuluh kesalahan, dosa, maksiat, keburukan, kejahatan hingga bilangan tak terhingga.
Shollawllooh ‘alaa Muhammad. Bismillah yang belum berjodoh dan punya anak pun akan diberi Allah dengan sering-sering berselawat.
ilustrasi berdoa
ilustrasi berdoa Foto: Shutterstock
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan