Opini & Cerita11 September 2020 9:28

Jangan Tinggalkan Sahabat, Teman, Suami Maupun Istri saat Kesulitan

Konten kiriman user
Jangan Tinggalkan Sahabat, Teman, Suami Maupun Istri saat Kesulitan (164229)
Yusuf Mansur. Foto: kumparan.
Kalau seorang kawan meninggalkan kawannya saat kawannya itu susah, sulit, bermasalah, niscaya dia gak akan punya kawan. Bahkan ketika seorang suami atau istri meninggalkan suami atau istrinya ketika di antara mereka itu bermasalah, niscaya gak akan pernah ada suami atau istri.
ADVERTISEMENT
Di situlah hebatnya Allah SWT. Dia gak akan pernah meninggalkan hamba-hambanya yang bermasalah.
Kalau saja dulu saya ditinggalkan istri saya yang pada kenyataan saya saat menikah punya utang yang banyak, anak-anak saya gak bakal ada. Abis nikah, saya baru ngomong sama istri saya, kaget dia.
Tapi, paniknya bagus. Nangis, abis itu ambil wudu dan salat. Dia bilang, “Terus gimana?” Saya bilang, “Insya Allah bukan cuma utang lunas, tapi juga bisa keliling dunia.”
Kekeluargaan, pertemanan, persahabatan, gak cuman di kala senang, tapi juga di kala susah.  
Seorang istri punya suami yang punya utang 300 juta. Biasanya, ada istri-istri yang give up, nyerah. Dia ini beda.
Mba Rina ini punya suami. Waktu itu suaminya utang 300 juta. Lagi sampai di titik nol kayak gitu, motor ilang. Terus suaminya sakit. Wah pokoknya segala macem lah.
ADVERTISEMENT
Terus dia liat dah tuh TV. Ketemu acara saya, hehehe. Diajak suami ke Daarul Qur’an. Ketemu sama segenap ustaz di sana. Kayak yang udah-udah, sampe sono bukannya tenang, mereka malah harus elus dada lagi. Hehehe, kudu sabar.
Lagi susah malah dibilang, “Alhamdulillah ya dikasih masalah.” Coba itu. Hehehe. Tapi ini lah masalah. Jangan ditinggalin tapi hadapin bareng-bareng. Pokoknya kalau barengan itu kan jadi gampang, toh.
Misal, mau usaha, bingung ke mana kan kalau sendiri? Yaudah gampang aja, buka simpuldaqu.id terus daftar jadi member. Hehehe. “Ah ustaz mah jualan mulu”, loh. Tunggu dulu dong.
Emang saudara gak mau keluar dari kesulitan? Gak mau keluar dari jeratan utang? Gak mau punya penghasilan yang tiap bulan nambah terus? Dan yang paling penting caranya gampang. Itu kan yang banyak dicari orang?
ADVERTISEMENT
Dan daftar serta uang daftarnya itu gak kemana-mana. Buat kebaikan kita juga. Kita kalau sedekahnya sendiri-sendiri bisa apa sih? Sepuluh ribu paling nasi bungkus kan? Tapi ketika sejuta orang berkumpul, itu berarti 20 miliar. Dan ribuan nanti anak-anak desa bisa sekolah. Bisa ngapal Qur’an kemudian sampai S1, S2 bahkan S3.
Baru nih. Coba deh, tonton malam ini jam 8 malem. Ga usah jauh-jauh, depan komputer aja. Live di YouTubenya Pesantren Daqu.
Kayak Mba Rina ini. Lagi masalah malah dapet anak lagi. Nambah lagi kan tuh kebersamaannya? Kalau lagi ada masalah terus malah dikasih anak, bisa jadi nih, satu rumah kuota rezeki makhluk di dalamnya udah abis dari Allah. Maka muncullah anak ini, sebagai kuota rezeki baru. Dan itulah makanya banyak anak banyak berkah. Hehehe.
ADVERTISEMENT
Dengan riyadhohnya, satu per satu itu masalah diangkat. Sampai sekarang gerainya ada di mana-mana lagi.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white