kumparan
16 September 2019 10:00

Kita Punya Allah

Yusuf Mansur. Foto: kumparan
Suatu ketika, ada orang yang datang dengan izin Allah SWT, "Taz, punya kenalan yang bisa bantu ngelunasin utang saya?"
ADVERTISEMENT
"Berapa banyak?"
"Tiga puluh juta.”
Lalu, saya teringat nama seseorang yang kaya dan langsung saya tulis nama dan alamatnya, dan saya kasih ke orang tersebut.
"Cari nih orangnya.”
Lalu, saking percayanya, nih orang sama saya, dia cari orang tersebut. Jangankan satu kota, beda kota saja diusahakan.
Lalu, apa benar si orang kaya tersebut akan menyelesaikan utang-utang kita? Belum tentu. Mau ketemu kita saja mungkin susah banget waktunya, dan bisa jadi si orang kaya tersebut juga punya masalah yang lebih besar dari persoalan membayar utang sebesar Rp 30 juta.
Daripada jauh-jauh kita samperin orang kaya yang belum tentu juga membantu masalah kita, ukuran sejengkal ada masjid, di dalam masjid ada Allah, yang mengenalkan Allah itu Rasulullah, yang ngasih tahu Allah itu Maha Kaya dan Maha Punya itu Rasulullah SAW, kok kita enggak datang?
ADVERTISEMENT

Kebanyakan kita sering menjadikan ikhtiar sebagai solusi satu-satunya, dia lupa ada yang lebih dekat dan menunggu doa serta permintaan kita.

Saya perhatikan, orang-orang yang punya persoalan atau hajat, lalu memperbaiki yang wajibnya dari Subuh hingga Isya, diupayakan berjemaah di musala atau masjid, dan jika tidak di musala atau masjid, dia mengajak orang untuk berjemaah dan tidak berdiri sendiri, yang wajib tersebut kecuali ditambah dengan badiyah dan qobliyah. Saya melihat hampir tidak ada orang yang melaksanakannya kecuali terpecahkan masalahnya dan terkabul hajatnya.
com-Ilustrasi Salat Foto: pixabay
Memang ngedatengin orang kaya itu ikhtiar, tapi ikhtiar juga bisa jadi sumber bencana dalam hal keyakinan kita pada Allah SWT. Yakin deh, kebanyakan kita sering menjadikan ikhtiar sebagai solusi satu-satunya, dia lupa ada yang lebih dekat dan menunggu doa serta permintaan kita.
ADVERTISEMENT
Belum tentu, lho, kita ketemu sama orang kaya yang kita harap akan membantu menyelesaikan utang-utang kita. Tapi sama Allah, kita tinggal ambil wudu, gelar sajadah, dirikan salat, dan doa, deh. Langsung ketemu. Enggak pakai nanti-nanti lagi. So, mulai saat ini, hayo betulkan yang wajib dan ikat dengan amalan-amalan sunah kita.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan