Cover- Yusuf Mansur
14 November 2020 8:10

Mengganti Tekornya Salat Fardu

Mengganti Tekornya Salat Fardu (4530)
Yusuf Mansur. Foto: kumparan.
Bukankah cara Allah membersihkan diri kita di antaranya dengan memberi bala dan musibah, baik berupa kesukaran hidup, penyakit, sempit rezeki, ketipu, ketiban utang dll? Ditambah kalau itu adalah perbuatan dosa, tambah tekor saya.
ADVERTISEMENT
Ketika salat fardu banyak telatnya dan sedikit berjemaahnya. Ketika salat fardu banyak dilakukan di rumah ketimbang di masjid, maka saya percaya pasti ada pengaruhnya dalam keseimbangan hidup. Tentu lebih berasa lagi ketika di alam kubur. Begitupun sebaliknya, ketika kita benar-benar menjaga salat fardu.
Memperhatikan hal itu, kita harus mengejar ketertinggalan, ketekoran, termasuk utang-utang ibadah kita. Dan itu banyak caranya.
Coba disiplin dalam menegakkan salat fardu berjemaah dan tepat waktunya. Ajarkan anak-anak sejak dini salat berjemaah dan tepat waktu. Salat fardu yang ketinggalan, yang kelewat atau bahkan yang sengaja ditinggal, pelan-pelan diganti. Misalnya, salat Dzuhur, kemudian berdiri terus salat lagi. Niatnya Qodho’an.
Kemudian perbanyak amal sholeh dan mata rantainya. Hal itu buat mengejar kantong amal sekaligus mengikis perbuatan-perbuatan dosa. Wallahu ‘alam.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white