kumparan
14 Februari 2020 11:41

Selamat Jalan Ayah Abduh, Sosok yang Selalu Penuh Inspirasi dan Motivasi

Ustaz Yusuf Mansur Menandu Jenazah Sang Ayah
Ustaz Yusuf Mansur Menandu Jenazah Sang Ayah Foto: Dok: Pribadi
“Setiap yang berjiwa pasti akan mati” begitu janji Allah SWT kepada setiap hambanya dan kemarin, Kamis (13/2) saya dan keluarga kehilangan sosok lelaki yang selalu menginspirasi kami dalam kehidupan Muhammad Abduh Mahfud Mimbar, ayah kami yang kerap kami panggil Ayah Abduh.
ADVERTISEMENT
Dalam kenangan kami beliau merupakan sosok yang penuh dengan banyak pelajaran, inspirasi, dan motivasi. Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an yang sekarang ada di beberapa kota merupakan motivasi ayah Abduh dan almarhumah Ibu. Keduanya selalu mengajarkan kami bahwa salah satu cara mendapat keridaan Allah adalah dengan menjadi seorang penghafal Quran.
Ustaz Yusuf Mansur Menyalatkan Ayahnya
Ustaz Yusuf Mansur Menyalatkan Ayahnya Foto: Dok: Pribadi
Keduanya selalu mengingatkan kami bahwa dengan menjadi penghafal Al-Quran nantinya akan bisa memberikan mahkota bagi kedua orang tua di surga.
Saya bisa jadi Qari itu sebab Ayah Abduh. Dulu beliau Qari di istana zaman Presiden Soekarno. Kalau ada apa-apa, Soekarno panggil beliau untuk baca Quran. Terus bisnis nurun ke saya. Waktu mudanya Ayah Abduh suka bisnis kayu, parket. Tahun 1992 saya pernah diajak beliau nyari karpet, karpet bekas buat dicuci.
Ustaz Yusuf Mansur Menandu Jenazah Sang Ayah
Ustaz Yusuf Mansur Menandu Jenazah Sang Ayah Foto: Dok: Pribadi
Ayah Abduh itu sosok yang humoris dan penyabar. Sebagaimana para ayah beliau juga kerap membelikan mainan, baju baru, dan mengajak kami jalan-jalan.
ADVERTISEMENT
Salah satu hal yang beliau tularkan ke saya adalah bagaimana beliau selalu happy. Beliau ini anti sedih-sedih club pokoknya. Termasuk dalam urusan keuangan. Ada uang, enggak ada uang, pokoknya seneng terus. Senyum terus. Happy terus.
Ustaz Yusuf Mansur Menaburkan Bunga di Pusara Sang Ayah
Ustaz Yusuf Mansur Menaburkan Bunga di Pusara Sang Ayah Foto: Dok: Pribadi
Yang semasa hidupnya tidak pernah ketinggalan salat berjamaah di masjid, juga kerja kerasnya yang hingga kini menjadi contoh bagi kami sebagai anaknya.
Buat yang orang tuanya masih hidup, harus benar-benar dah sayang sama orang tua. Harus benar-benar baktinya ke orang tua. Jangan sampai nanti nyesel di kemudian hari. Karena yang namanya usia kan enggak ada yang tahu.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan