kumparan
5 November 2019 10:32

The Next Level of Menghafal Alquran

Cover-Yusuf Mansur
Yusuf Mansur. Foto: kumparan
Target kita itu harus tinggi, harus luas, harus besar. Karena Allah itu Mahatinggi, Mahaluas, Mahabesar. Kita harus terus nempel sama Alquran, harus terus menggali Alquran, karena Alquran itu sumber motivasi, sumber inspirasi, sumber pengalaman, sumber ilmu, sumber keberkahan. Alquran-nya harus selalu terbuka. Sama Alquran itu harus lapar. Sama Alquran itu harus haus. Selama kita mau buka, mau dekat, mau nempel sama Alquran maka senantiasa keberkahan itu akan nempel sama kita, keselamatan akan senantiasa nempel sama kita.
ADVERTISEMENT
Pengalaman mengamalkan doa Nabi Yusuf bagi saya pribadi membesarkan hati saya. Mungkin kalo Nabi Adam sukses, enggak pernah keusir dari surga, mungkin enggak ada yang bisa kita petik. Yang begini ini yang membesarkan hati saya. Gara-gara kita ber-Tuhan Allah kita bisa dapat apa aja, kita bisa punya siapa saja. Nah, perasaan, hati, pikiran yang besar itu Alquran banget. Makanya saya sangat menganjurkan banget buat berangkatlah membaca, menghafal dan ke the next level, apa the next level-nya? Mempelajari Alquran.
Ilustrasi Alquran
Ilustrasi Alquran Foto: Pexels
Kalau kita mau mempelajari Alquran kata-kata yang pertama yang diucapkan Nabi Adam, Nabi Sulaiman, Nabi Yusuf itu sama, Rabb. Kalo mau dijelajahi kata-kata Rabb di dalam Alquran, masyaallah. Kadang-kadang kita suka salah, penyebutan pertama bukan Rabb. Kita mau ke Qatar, yang kita cari Embassy, internet, google, informasi, yang bisa mengantarkan kita semua kepada Qatar. Padahal itu tidak diajarkan, yang diajarkan adalah “Sabbihisma Robbikal A’la”. Kalau kita baca surah An-Nisa ayat 43 bahwa Allah menurunkan gunung-gunung, itu lagi bercerita tentang fenomena fisika. Allah menyatukan awan-awan kemudian pesawat lewat di situ. Itu hampir dialami oleh setiap pesawat. Untungnya ada potongan ayat ‘wa ysrifuhu “am mayyasyaa”.
ADVERTISEMENT
Saya memimpin 23 ribu karyawan. Rapat ya, rapat terus, ngajar bisa lima kali ceramah, tapi enggak tau, buat Alquran ya, sempet saja. Kalau nanti santri kuliah, padatnya sudah tidak sepadat menjadi santri tapi berhenti ngafalin Alquran-nya berarti kalah sama saya. Yang paling penting adalah tolong doakan anak bapak-ibu agar anak-anaknya meninggal sebagai penghafal Quran. Insya Allah kita semua maunya meninggal dalam keadaan husnulkhatimah. Aamiin.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan