Cover- Yusuf Mansur
16 November 2020 12:37

Utang Salat Duha

Utang Salat Duha (150128)
Yusuf Mansur. Foto: kumparan.
Salat Duha itu kalau di Indonesia gampangnya adalah salat yang dilakukan di waktu duha. Niatnya: “Saya niat salat duha 2 raka’at karena Allah ta’ala.”
ADVERTISEMENT
Setiap hari kita utang duha sama Allah. Utang sebab kita memakai karunia-karunia pemberian Allah SWT. Kalaulah bayarnya pakai uang niscaya gak ada yang bisa bayar.
Karena kasih sayang Allah, Allah mencukupkan salat dua 2 raka’at sebagai bayarannya. Setelah itu utang kita lunas. Subhanallah.
Sudah dimudahkan, dimurahkan pula bayarannya. Tapi, masih aja kitanya males. Yang namanya utang pun pasti ditagih. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa kita.
Jika kita gak salat duha satu hari, rezeki kita di hari itu habis buat bayar utang nikmat-Nya. Itu pun harusnya belum cukup. Misal saja, kita gak bisa napas 5 detik saja, sudah harus pakai alat bantu pernapasan. Coba itu duitnya berapa? Sementara sekarang kita bukan hanya pakai alat bantu, tapi pakai sistem pernapasan. Itu masih bertambah dengan sistem pencernaan, penglihatan, syaraf dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
“Perhitungan utang” itu apa yang didapat oleh seseorang atau yang dihasilkan akan diambil oleh Allah sebagai kewajiban dalam membayar utangnya. Apalagi kalau ditambah maksiat dan meninggalkan hal-hal wajib, makin minus aja itu pasti.
Jika umur saudara saat ini 40 tahun, maka kurangi umur baligh, katakanlah 10 tahun. Didapatlah “masa efektif” pemberlakuan utang selama 30 tahun. Jika satu tahun 365 hari, dikali dengan 2 raka’at salat duha, dikali lagi 30 tahun. Maka utang kita sebanyak 21.900 raka’at!
Memang disebut sunah, yakni kalau mengerjakan berpahala sementara kalau gak dikerjakan gak berdosa. Tapi, ada yang namanya sunah muakkadah, sunah-sunah utama.
Duha, tahajud, dan witir adalah di antaranya. Kalau kita mengaku cinta Rasulullah, kayaknya gak pantas kalau gak mengusahakan menghidupkan sunah.
ADVERTISEMENT