kumparan
10 September 2019 10:25

Yang Perlu Kita Khawatirkan Jika Rezeki Terasa Kurang

Ilustrasi rezeki. Dok: Pixabay.
Sering ada yang bertanya, “Ustaz, rezeki saya kok selalu kurang, ya?"
ADVERTISEMENT
Sebelum saya jawab, saya ingin tegaskan. Sejatinya, rezeki kita itu sudah dijamin oleh Allah SWT, tetapi manusia ini kan tempatnya dosa.
Rezeki kita menjadi kurang sebab dosa kita. Dosa kita juga yang buat, atas izin Allah, kita punya utang, tertipu, sakit-sakitan, hilang mobil, dan kecurian.
Kita senantiasa memikirkan hajat kita. Padahal, yang harus kita pikirkan adalah dosa kita.
Utang kalau tidak terbayar, masalah enggak?
Rumah kalau sampai kesita, masalah enggak?
Sebetulnya, itu semua hanya masalah dunia. “Lah, Ustaz kalau utang enggak kebayar entar digantung loh.”
Kalau memang niatnya enggak mau bayar, itu karena ngemplang. Sebetulnya, enggak jadi masalah. Seharusnya, yang jadi masalah itu kalau kita meninggal dunia saat kita dalam keadaan berdosa. Kita meninggal dunia dalam keadaan kurang amal.
ADVERTISEMENT
Buat kita, menjadi masalah adalah saat kita meninggal saat masih ada harta orang di kita yang belum sempat dicuci melalui zakat atau sedekah. Akan jadi masalah ketika azan berkumandang, kita tetap asyik mengobrol dengan rekan sejawat. Akan jadi masalah saat kita disuruh berpuasa tetapi kita mengabaikannya. Itu yang seharusnya kita pikirkan.
Kita buka usaha, lalu saat usahanya berjalan ternyata omzetnya tidak sebesar yang kita harapkan, lalu kita pusing, “Kok, usaha enggak maju-maju?”
Kita pusing deh seputar itu. Padahal, soal maju atau tidaknya usaha itu harusnya nomor dua, nomor tiga, bahkan nomor 17. Tetapi, yang jadi masalah itu jika saat kita memulai usaha, modalnya dari sumber yang halal atau enggak? Jangan-jangan, modalnya dari menipu. Lalu, ketika usaha boro-boro salat duha, wong salat zuhur aja lewat, asar lewat. Itu yang harus kita khawatirkan.
ADVERTISEMENT
Maka, sekali lagi saya berpesan, jika kita selalu merasa kurang padahal sudah bekerja maksimal, maka coba tengok lagi salat wajib kita, salat sunah kita, serta ibadah lainnya. Karena sebagaimana tulisan sebelumnya, hanya Allah SWT, Maha Pemberi Rezeki.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan