Kumplus- Opini Yusuf Randy Manilef
23 Juni 2021 22:21
·
waktu baca 4 menit

“Yes” or “No” Investasi Miras

Pemerintah mengupayakan beragam hal untuk mengembalikan kinerja ekonomi dalam negeri. Berbagai bantuan disalurkan. Program perlindungan sosial yang merupakan bagian dari Pemulihan Ekonomi Nasional juga dilanjutkan untuk menggenjot daya beli/konsumsi masyarakat. Investasi pun ditingkatkan. Tapi, bukan investasi miras.
Aturan soal investasi miras tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal—yang merupakan salah satu produk turunan Undang-Undang Cipta Tenaga Kerja dan memunculkan pro-kontra.
UU Ciptaker disusun untuk meningkatkan investasi, dan karenanya mengubah aturan-aturan yang dianggap menghambat investasi. Selama ini, industri minuman keras—yang mengandung alkohol, anggur, dan malt—masuk kategori bidang usaha yang diperbolehkan dengan syarat tertentu.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Konten Premium kumparan+
Investasi miras kini ditutup. Adakah pengaruhnya, termasuk ke produsen minuman alkohol lokal di berbagai daerah? Dan bagaimana sesungguhnya pasar miras di dalam negeri? Simak analisis ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, pada daftar konten.