kumplus Opini - Yuviniar - Anak bermain di Jalan

Anak Kami Tak Punya Tanah Lapang untuk Bermain, Harus Berapa Lagi Mati di Jalan?

Yuviniar Ekawati
Seorang penulis lepas
11 Mei 2023 15:35 WIB
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Di mana kalian–orang dewasa–bermain ketika kecil? Meski ketika kecil saya sering sakit dan berdiam diri di rumah, saya masih memiliki kenangan jelas tentang bermain bersama teman-teman di sekitar rumah.
Saya suka bermain sepeda sepulang sekolah hingga matahari terbenam. Di dekat rumah saya ada fasilitas umum tempat bermain basket. Juga ada satu pohon besar yang batangnya kami kaitkan dengan tali untuk menjadi ayunan. Dengan menggunakan ban mobil bekas, kami berayun-ayun di sana sepanjang sore sambil cekikikan.
Kondisi saya mungkin akan jauh lebih buruk jika hidup di masa kini dengan polusi berat dan rendahnya keberadaan tanah lapang untuk bermain.
Lanjut membaca konten eksklusif ini dengan berlangganan
Keuntungan berlangganan kumparanPLUS
check
Ribuan konten eksklusif dari kreator terbaik
check
Bebas iklan mengganggu
check
Berlangganan ke newsletters kumparanPLUS
check
Gratis akses ke event spesial kumparan
check
Bebas akses di web dan aplikasi
Kendala berlangganan hubungi [email protected] atau whatsapp +6281295655814
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten
Sedang memuat...0 Konten