unjuk rasa tolak revisi UU KPK dan KUHP
14 September 2021 14:09
·
waktu baca 5 menit

Empat Pertanyaan yang Harus Dijawab sebelum Amandemen UUD 1945

Upaya amandemen UUD 1945 jadi isu ketatanegaraan yang kencang mengemuka akhir-akhir ini. Tanpa mengabaikan berbagai ide di belakangnya, kita harus akui bahwa amandemen bukanlah sesuatu yang haram.
Ide amandemen biasanya lahir dari suatu kesadaran kolektif bahwa ada keinginan “konstituen” yang harus di-constitute-kan ke dalam UUD. Lagi pula, dalam ajaran living constitution, perubahan adalah keniscayaan dalam kehidupan ketatanegaraan. Konstitusi bukan kitab suci yang menuntut nol keraguan dari pemeluknya.
Kita tentu ingat ada empat perubahan konstitusi selama 1999–2002. Tentu masih ada beberapa catatan dan kelemahan yang bisa diperdebatkan. Bahkan secara proses perubahan UUD, amandemen di tahun-tahun tersebut sebenarnya cukup banyak mendapat kritik.
Keuntungan berlangganan kumparan+
  • Ratusan konten premium dari pakar dan kreator terbaik Indonesia
  • Bahasan mendalam dengan kemasan memikat
  • Pengetahuan, hiburan, dan panduan yang solutif untuk hidupmu
Rencana amandemen UUD 1945 terus bergulir. Meski bukan barang haram, masyarakat perlu kejelasan kenapa amandemen konstitusi diperlukan lagi kali ini. Simak ulasan ahli hukum tata negara Indonesia Zainal Arifin Mochtar. Klik di bawah.