KKN 62 UMY Pemberdayaan Masyarakat Tentang Tanaman Cabai dan Pemasarannya

Ilmu Ekonomi 19 UMY
Konten dari Pengguna
4 Maret 2022 20:01
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari zakia spn tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
KKN 62 UMY Pemberdayaan Masyarakat Tentang Tanaman Cabai dan Pemasarannya (36531)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama dosen pertanian (sumber : dokumentasi pribadi)
ADVERTISEMENT
Dukuh Candi, Desa Sangup Kecamatan Tamansari Kabupaten Boyolali memiliki hasil panen cabai yang berlimpah. Cabai di desa Sangup merupakan salah satu komoditas unggulan. Tingginya jumlah panen tanaman cabai yang dihasilkan menyebabkan harga cabai segar dipasar menjadi berfluktuatif, bahkan pada saat panen raya dapat menyebabkan harga cabai menjadi anjlok. Masyarakat di desa Sangup sampai saat ini belum mampu mengolah cabai segar menjadi produk olahan cabai yang memiliki harga jual lebih tinggi.Potensi alam yang di miliki belum dikelola secara optimal. Hasil panen biasanya dijual dalam bentuk segar tanpa ada pengelolaan terlebih dahulu. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan pengolahan pasca panen cabai menjadi produk alternatif membuat warga terpaksa menjualnya dalam bentuk segar.
ADVERTISEMENT
Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) UMY kelompok 062 di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan (DPL) Desi Susilawati, SE,M.Sc, CTA Dosen Program Studi D3 Akuntansi hadir untuk membantu Petani didusun Candi di Desa Sangup Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bonyolali. Hasil Panen cabai dapat diolah menjadi produk alternatif seperti cabai bubuk dan sambal sehingga dapat memperpanjang masa simpan cabai. Metode Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui penyuluhan penyakit cabai yang sering di hadapi petani.
Tujuan dilaksanakannya pelatihan pengolahan pasaca panen cabai bagi warga dusun Candi Desa sangup Bonyolali adalah (1) Masyarakat memiliki pemahaman yang meningkat terkait penyakit cabai dan cara mencegahnya sehingga tidak terjadi gagal panen (2) Masyarakat mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah cabai menjadi cabai bubuk dan sambal (3) meningkatkan pemahaman terkait digital marketing untuk memasarkan produk cabai bubuk dan sambal.
ADVERTISEMENT
Cabai adalah Bahan masakan favorit masyarakat indonesiaa. Jenisnya beragam tergantung warna, ukuran, dan tingkat kepedasan. Merupakan tanaman yang berumur relatif panjang dan dapat dipanen berkali-kali. Tanaman cabai tidak boros pupuk, didusun Candi cocok untuk menanam cabai karena udara yang lembab. Namun perlu di perhatian ekstra karena biasanya cabai gampang terserang penyakit dimulai sejak tanaman muda hingga jelang panen. Jenis penyakit yang biasanya ada pada tanaman cabai seperti Patek dan kuning keriting. disampaikan Ibu Dr. Siti Nur Aisyah sebagai nara sumber , beliau juga menjelaskan bagaimana cara mencegah dan mengatasi penyakit yang kerap dialami cabai
Selanjutnya Tim KKN 062 melakukan kegiatan pemberdayaan Masyarakat melalui pelatihan pengolahan cabai bubuk dan sambal. Tim Pengabdi menjelaskan dari proses awal membuat cabai bubuk hingga proses mensterilkan kemasan. Terciptalah produk Chipow (Chilli Powder) dan SAJO (sambal ijo). "Sambal ijo bisa tahan dalam suhu ruang kurang lebih 1 minggu sedangkan dalam lemari es 2 minggu lebih. Cabe bubuk bisa tahan selama 1-2 tahun" ujar Siti Zakiyah Safinatunnajah dan Olivia Asfa Zahrina.
ADVERTISEMENT
Program Pemberdayaan masyarakat ini tidak hanya terhenti pada pengolahan pasca panen cabai namun, setelah produk tercipta maka tahap selanjunya adalah bagaimana memperkenalkan produk ke pasar. Untuk itu Tim melakukan pelatihan digital marketing untuk memasarkan secara online sehingga jangkauan konsumen lebih luas.
KKN 62 UMY Pemberdayaan Masyarakat Tentang Tanaman Cabai dan Pemasarannya (36532)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama warga dusun candi setelah selesai pemberdayaan masyarakat (sumber : dokumentasi pribadi) bersama warga dusun candi
Ibu Husnul Khotimah dan Fitriyah perwakilan masyarakat menyatakan bahwa pelatihan pengolahan cabai pasca panen dan pelatihan digital marketing ini sangat bermanfaat, kami mendapatkan ilmu dan kini mengetahui cara mengolah cabai sehingga tidak harus menjual cabai segar saja saat harga cabai sedang rendah namun bisa membuka peluang usaha untuk produk cabai bubuk dan sambal agar nilai jual cabai meningkat.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020