Konten dari Pengguna

KKN ITATS Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Inovasi Pelet Maggot Desa Sidomojo Krian

zakyubaid88

zakyubaid88

Mahasiswa Teknik Industri ITATS Surabaya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari zakyubaid88 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sidomojo, 13–20 Juli 2025 – Limbah organik diubah menjadi pakan bernilai ekonomis! Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Teknik Industri ITATS membuktikan hal ini melalui program kerja pengolahan maggot menjadi pelet pakan ikan di Desa Sidomojo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Berangkat dari hasil survei yang dilakukan pada 29 Juni 2025, ditemukan bahwa potensi budidaya maggot di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Sidomojo cukup besar. Namun, nilai jual maggot hidup masih rendah. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa KKN menggagas inovasi pengolahan maggot menjadi pelet ikan sebagai bentuk peningkatan nilai tambah dan solusi ekonomi sirkular.

Foto bersama mahasiswa, dosen & warga Desa Sidomojo
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama mahasiswa, dosen & warga Desa Sidomojo

Teknologi Sederhana, Manfaat Besar

Untuk menunjang kegiatan, tim KKN menyediakan mesin pencetak pelet berbahan bakar bensin beserta alat pendukung, yang ditempatkan di area TPS sejak 11 Juli 2025. Uji coba pertama dilakukan pada 13 Juli 2025 menggunakan campuran maggot hidup, dedak padi, tepung jagung, tepung ikan, dan tapioka. Hasil awal cukup baik, namun masih perlu perbaikan dalam komposisi dan tekstur.

Pada 18 Juli 2025, program resmi dibuka di Balai Desa Sidomojo dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pelet versi penyempurnaan. Hasil produksi lebih optimal dan prosesnya didampingi langsung oleh seluruh tim KKN bersama warga.

Foto bersama perangkat BUMDes Desa Sidomojo

Antusiasme Warga dan Harapan Berkelanjutan

Program ditutup pada 20 Juli 2025 dengan kegiatan sosialisasi yang melibatkan kepala desa, perangkat desa, dosen pembimbing, dan warga. Dalam sesi ini, mahasiswa KKN mengenalkan proses pengolahan maggot menjadi pelet secara lengkap, dari bahan, alat, hingga proses pencampuran dan pencetakan.

Antusiasme warga cukup tinggi karena proses ini terbukti mudah dilakukan, murah, dan memberikan peluang penghasilan baru. Selain mengurangi limbah organik, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan mata pencaharian baru berbasis teknologi sederhana.

Foto proses pembuatan pellet

Pengolahan maggot menjadi pelet bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi. Dengan pelatihan dan pendampingan langsung, masyarakat Desa Sidomojo kini dibekali keterampilan baru yang dapat diterapkan secara mandiri. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menciptakan desa mandiri dan berkelanjutan melalui prinsip ekonomi sirkular.

Foto produk pellet hasil karya mahasiswa KKN Teknik Industri ITATS

“Harapan kami, warga bisa melanjutkan kegiatan ini bahkan setelah program KKN selesai. Potensi lokal seperti maggot ini sayang jika tidak dimanfaatkan,” ungkap salah satu mahasiswa KKN ITATS.

Dengan langkah kecil ini, mahasiswa dan masyarakat Desa Sidomojo bersama-sama menciptakan dampak besar: mengubah limbah menjadi manfaat, dan masalah menjadi peluang.