Maskulinitas dan Feminisme Lengger Lanang Banyumasan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto
Konten dari Pengguna
17 Mei 2022 16:03
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Diana Puspita Anggraeni tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Maskulinitas dan Feminisme Lengger Lanang Banyumasan (6609)
zoom-in-whitePerbesar
pelaku lengger lanang dari Rumah lengger kota lama banyumas, sumber original penulis
ADVERTISEMENT
Lengger Lanang merupakan suatu seni yang merujuk pada lintas gender ditanah air. Tarian ini dibawakan oleh dua sampai empat penari Biasanya dibawakan oleh laki-laki. namun untuk menari Lengger, laki-laki itu harus berdandan layaknya perempuan,oleh karena itulah lengger banyumas ini dijuluki Lengger Lanang. Bahkan, tarian Lengger Lanang di Banyumas itu memiliki sejarah yang amat panjang. Tarian ini diiringi dengan musik calung, yaitu sejenis alat musik mirip gamelan yang terbuat dari bambu.
ADVERTISEMENT
Lengger sebenarnya merupakan kesenian yang dibawa oleh laki-laki, namun karena dandanan dan pakaian yang dikenakan, tarian itu seolah-olah dibawakan oleh perempuan.“Dikira leng tapi jengger, dikira perempuan tetapi jengger,”ucap Riyanto.
Tari yang umumnya dibawakan oleh perempuan, menjadikan laki-laki sebagai minoritas. Berinteraksi dengan perempuan mengarahkan laki-laki mudah untuk menginternalisasi nilai dan kemampuan mereka sebagai perempuan, Kondisi ini diperparah dengan berkembangnya stereotipe peran gender di masyarakat, dan penari laki-laki yang sebagai kelompok minoritas seringkali dianggap memiliki sifat dari kelompok mayoritas (perempuan).
Maskulinitas dan Feminisme Lengger Lanang Banyumasan (6610)
zoom-in-whitePerbesar
Penari Lengger Lanang dari Rumah Lengger Banyumas, sumber foto: instagram rumah lengger
Dalam seni tari terdapat gerakan yang dikenal dengan gerak feminim dan gerak maskulin, gerak feminim inilah yang sering disalah artikan oleh masyarakat sekarang sebagai gerakan perempuan. Padahal, gerak feminim sendiri berarti gerakan yang memiliki volume gerak yang lebih sempit. Gerak ini sering dijumpai pada Tari jawa.
ADVERTISEMENT
Pemikiran yang salah ini memunculkan pemikiran lain bahwa gerakan perempuan hanya dapat dilakukan oleh perempuan, dan gerakan pria hanya dapat dilakukan oleh laki-laki . Laki-laki yang menari dengan gerakan perempuan dianggap tidak pantas dan banyak yang menyebutnya banci. Seni tari bersifat universal dan bisa dilakukan oleh siapa saja, namun tidak semua orang bisa menari. Tidak semua perempuan bisa bergerak secara feminim, dan tidak semua laki -laki bisa bergerak secara maskulin. Dan yang pasti, tidak semua penari laki-laki berperilaku feminim dalam kesehariannya. Mereka hanya ingin bekerja dengan keutuhan dan profesionalisme.
Indonesia terkenal dengan keberagamanya, terutama dalam hal menari. Beberapa tarian memiliki gerakan perempuan dan beberapa tarian memiliki gerakan laki-laki. Kalau saja perempuan bisa menari, sulit mencari perempuan yang bisa menari secara feminim, sehingga tari perempuan bisa punah. Hal sebaliknya terjadi jika terjadi pada tarian gerak laki-laki.
Maskulinitas dan Feminisme Lengger Lanang Banyumasan (6611)
zoom-in-whitePerbesar
Penari Lengger Lanang banyumasan Mas Riyanto dan kawan kawan. Sumber foto instagram rianto_rds
Banyak penari lengger laki-laki berasal dari Indonesia, termasuk penari dari lintas gender. Masyarakat diharapkan mengapresiasi seni dan seniman, khususnya penari laki-laki. tidak perlu mencaci maki atau menghujat, karena hujatan dapat melukai pikiran mereka yang ingin bekerja. Mereka hanya ingin mengekspresikan diri, melindungi budaya mereka, tidak menyakiti alam atau tidak bermoral.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020