Kumparan Logo

Tunggu Evaluasi 4 Wilayah, Pertamina Belum Perluas Uji Coba Pembatasan Pertalite

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga menunjukan aplikasi MyPertamina saat mengisi bahan bakar pertalite di SPBU Pertamina Abdul Muis, Jakarta, Rabu (29/6/2022). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Pembatasan pembelian Pertalite masih dilakukan di empat wilayah yakni di Aceh, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Timika. PT Pertamina (Persero) belum akan memperluas ke daerah lain, karena masih akan mengevaluasi implementasi di empat wilayah tersebut.

"Kami belum memperluas wilayah uji coba pembatasan Pertalite," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, Senin (15/5).

Pembatasan pembelian Pertalite itu dilakukan hanya kepada masyarakat yang sudah terdaftar di aplikasi MyPertamina atau bisa menunjukkan QR Code.

Menurut Irto, pihaknya akan mengevaluasi terlebih dahulu pelaksanaan uji coba pembatasan pembelian Pertalite di empat wilayah tersebut sebelum memperluas wilayah uji coba.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dalam konferensi pers MyPertamina di Jakarta, Kamis (30/6/2022). Foto: Dok. Pertamina

"Nanti akan kami evaluasi pelaksanaan di empat wilayah tersebut," lanjut dia seperti dilansir Antara.

Dia menambahkan pelaksanaan uji coba pembatasan Pertalite, dilakukan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. "Prinsipnya, pengaturan perlu kami lakukan agar subsidi bisa tepat sasaran dan tidak melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk mendaftarkan kendaraannya melalui subsiditepat.mypertamina.id

Secara paralel, ia mengatakan Pertamina juga masih menunggu perkembangan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 yang menjadi regulasi acuan penetapan penyaluran BBM bersubsidi.

instagram embed

Sebelumnya, Pertamina meluncurkan program subsidi tepat bertujuan untuk mendata kendaraan yang menggunakan Pertalite dan Solar. Melalui pendataan, diharapkan penyaluran BBM bersubsidi dapat lebih termonitor dan mencegah kecurangan atau penyalahgunaan di lapangan sehingga BBM bersubsidi tersalurkan bagi masyarakat yang memang berhak.

Pendaftaran subsidi tepat dibuka untuk kendaraan roda empat. Pertamina juga telah bekerja sama dengan Korlantas Polri terkait sinkronisasi data kendaraan untuk program subsidi tepat tersebut.

Dokumen yang dibutuhkan untuk mendaftarkan kendaraan ke laman subsidi tepat, di antaranya KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung.

Untuk mendaftarkan kendaraan di program subsidi tepat, masyarakat dapat mengakses halaman https://subsiditepat.mypertamina.id/.