Konten dari Pengguna

Revitalisasi Paradigma Organismik Pergerakan Mahasiswa Islam di Era kontemporer

Putri Gina Adzikia Rifah

Putri Gina Adzikia Rifah

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Gina Adzikia Rifah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Hasil foto: dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Hasil foto: dokumen pribadi

Mahasiswa merupakan generasi yang paling diandalkan untuk menjadi check and balance perubahan bangsa. Dalam historical kebangsaan, tentu indonesia tidak bisa lepas dari aspek pergerakan mahasiswa, mulai dari Budi Utomo yang diinisiasi oleh kamu muda, kemudian aksi kolektif untuk memperjuangkan reformasi 1998, dan masih banyak contoh perjuangan lainnya yang diinisiasi oleh mahasiswa dan kaum muda. Artinya mahasiswalah yang menjadi pilar untuk bagaimana melanjutkan estafeta perjuangan bangsa indonesia. Kemudian, sejarah panjang pergerakan mahasiswalah yang menjadikan mahasiswa adalah masyarakat yang senantiasa diberikan keistiweaan secara akademik dan pergerakan, terutama dalam konteks memperjuangkan hak-hak rakyat dan masyarakat Indonesia. Kemudian, sebagai check and balance bangsa, tentu mahasiswa mempunyai peran serta tupoksi yang tidak akan pernah hilang, seperti kontrol sosial, bagaimana menjadi tonggak dan fungsi pengendalian sosial dalam sekrup masyarakat ataupun publik, kemudian mahasiswa sebagai Agen Perubahan, Agen Perubahan yang di maksud merupakan perubahan kearah yang lebih baik, baik perubahan yang sifatnya evolusi atau revolusi, lalu mahasiswa moral face, selain dari pada mahasiswa memperjuangkan kepentingan masyarakat dan merubah tatanan Indonesia kearah yang lebih baik, tentu mahasiwa perlu untuk bagaimana menebar nilai-nilai moral yang baik, karena mahasiswa merupakan cerminan dari sekian banyak pemuda di Indonesia, maka dari mahasiswa perlu menjadi role model moral bukan hanya sekedar memperjuangan masyarakat Indonesia. Di era modern seperti sekarang, tentu ini menjadi tantangan dan peluang bagi mahasiswa untuk bisa lebih produktif dalam bergerak, seperti pemanfaatan platform digital untuk bagaimana memasifkan informasi melalui media cetak atau media masa. Era globalisasi yang semakin melekat dengan budaya Indonesia, tentu sangat berpengaruh terhadap pergerakan mahasiswa kedepan. Seperti maraknya berita hoax dan lain sebagainya. Maka dari itu mahasiswa perlu menjaga dan membangun ritme untuk tetap berada di posisi paling edukatif dan kontruktif untuk bangsa tidak terpengaruh oleh arus yang sekiranya akan menghambat laju gerak mahasiswa. Kemudian dalam konteks ke Islaman, secara historical banyak sekali perjuangan dan pergerakan mahasiswa yang membawa nilai nilai ke Islaman, untuk bagaimana menebar benih Islam berkemajuan kepada masyarakat dan bangsa Indonesia. Sejarah panjang Rasulullah yang senantiasa terus menebar nilai Islam berkemajuan era Jahiliah, tentu harus senantiasa di implementasikan oleh mahasiswa Islam yang dimana nilai-nilai Islam sudah mulai terkikis. Ada begitu banyak organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan Islam dengan sejarah dan pergerakan yang panjang sampai sekarang, seperti para organisasi eksternal, yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan masih banyak organisasi kemahasiswaan Islam lainnya. Dan organisasi kemahasiswaan ini lah yang sampai sekarang tetap hidup untuk bagaimana menebar nilai-nilai Islam berkemajuan (Nasir, 2012). Menurut Prof. Dr. Amin Abdullah Islam Berkemajuan berati Islam yang memancarkan pencerahan bagi kehidupan, termasuk dalam ranah emansipasi dan humanisasi (Ard, 2023). Ada begitu banyak organisasi perstarikatan yang berlandaskan Islam untuk bagaimana menebar nilai-nilai Islam berkemajuan seperti Muhammadiyah, Nahdatul Ulama dan masih banyak organisasi persyarikatan yang berlandaskan Islam lainnya. Tentu ini menjadi tantangan dan peluang sebagai mahasiswa terutama yang mempunyai basis intelektualitas yang murni untuk bagaimana membangun gerakan kolektif yang berbasis keumatan dan ke Islaman, karena walau bagaimanapun mahasiswa harus hadir di tengah-tengah masyarakat yang majemuk, untuk bisa menciptakan masyarakat yang madani. Lalu, dampak Islam berkemajuan terhadap pergerakan mahasiswa di era modern dapat sangat signifikan. Dimulai dengan kesadaran akan agama yang lebih kuat. Islam progresif mengajarkan nilai-nilai yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, antara lain pendidikan, sosial, politik, dan ekonomi. Di zaman modern ini, mahasiswa yang mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam tingkat lanjut dapat memiliki kesadaran beragama yang lebih besar. Seperti yang ditunjukkan dengan pemberdayaan mahasiswa muslim, mereka mampu memadukan nilai-nilai agama dengan kegiatan akademik dan organisasi. Dalam rangka mengembangkan identitas muslim yang berempati, Islam progresif mendorong mahasiswa untuk lebih berempati terhadap permasalahan yang dihadapi umat Islam dan masyarakat. Siswa dengan pemahaman Islam yang up-to-date dapat memainkan peran penting dalam memperjuangkan hak-hak Islam seperti kebebasan beragama, hak-hak perempuan dan pengentasan kemiskinan (Lubis, 2018). Dunia sudah semakin canggih semenjak era disrupsi di galakan, berbagai ancaman dan tantangan baik dari Internal maupun eksternal mahasiswa Islam pun terus di gelar dengan berbagai motif segmen, seperti segmentasi politik, berarti melewati dalam sekrup politik identitas, kemudian segmentasi sosial maupun segmentasi ekonomi. Maka dari itu jikalau mahasiswa tidak memposisikan dengan perkembangan zaman akan terkikis pula pegerakannya, tetapi jikalau mahasiswa yang terus produktif, membaca buku, melaksanakan apa yang Allah perintahkan, maka akan mudah pula untuk bergerak terutama dalam konteks keislaman dan ke Indonesiaan. Jika menyematkan apa yang menjadi tandasan sutan syahrir, “hidup yang tidak di pertaruhkan tidak akan pernah bisa di menangkan” (Cermin, 2020). Sama halnya dengan pergerakan mahasiswa, mahasiswa pun perlu totalitas untuk menebar nilai-nilai Islam berkemajuan dan totalitas dalam bergerak memperjuangkan kemaslahatan umat, Karena dengan begitu pergerakan mahasiswa bukan lagi pegerakan yang sifatnya eksistensial, tetapi pergerakan yang sifatnya esensial dan substansial, dengan mengedepankan nilai-nilai Islam sebagai pijakan dan landasan yang paling fundamen dalam bergerak dan berkiprah. Daftar Pustaka Lubis., H., A. (2018). ISLAM INDONESIA, ISLAM NUSANTARA DAN ISLAM BERKEMAJUAN (Perspektif Islam Indonesia yang Bhineka). http://journalfai.unisla.ac.id/index.php/akademika/article/viewFile/147/136. Lumajang. Akademika, Vol 12, No 1. Di akses pada tanggal 2 Juli 2023. Nasir., M. (2012). Mahasiswa Islam dalam Perspektif Pendidikan Global. https://core.ac.uk/display/236643193?utm_source=pdf&utm_medium=banner&utm_campaign=pdf-decoration-v1. Samarinda. Di akses pada tanggal 2 Juli 2023. Ard. (2023). Risalah ”Islam Berkemajuan” Muhammadiyah. https://news.uad.ac.id/risalah-islam-berkemajuan-muhammadiyah/#:~:text=Islam%20yang%20berkemajuan%20berarti%20Islam,dalam%20ranah%20emansipasi%20dan%20humanisasi. Diakses pada tanggal 2 Juli 2023. Litbang SDM PK. (2020). Bertaruh Hidup. https://identitasunhas.com/bertaruh-hidup/. Diakses pada tanggal 2 Juli 2023