Konten dari Pengguna

Nyeri Haid Parah? Air Hangat Aja Nggak Cukup, Ini Cara Ampuhnya!

Berliana Putri

Berliana Putri

Lulusan sarjana Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Surabaya. Aktif di bidang riset, organisasi, dan relawan pada bidang kesehatan komunitas.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berliana Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar ilustrasi perempuan nyeri haid. Sumber: Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ilustrasi perempuan nyeri haid. Sumber: Pribadi

Setiap kali haid datang, banyak dari kita yang langsung ambil air hangat, berharap nyeri perutnya reda.

“Minum air hangat aja, nanti juga enakan.”

Kedengeran familiar? Yap, ini salah satu saran paling sering didengar perempuan Indonesia sejak dulu.

Padahal, meskipun minum air hangat itu bisa bantu sedikit meredakan rasa nggak nyaman saat haid, sayangnya nggak cukup cuma itu. Ada banyak hal yang perlu dilakukan supaya tubuh kita benar-benar pulih dan nyaman selama masa menstruasi.

Disminore Itu Bukan Cuma ‘Sakit Haid Biasa'

Sebelum ngomong soal solusi, yuk kenalan dulu sama istilahnya.

Disminore adalah nyeri perut bagian bawah yang muncul saat atau sebelum menstruasi. Biasanya, rasa sakitnya terasa menusuk, melilit, bahkan bisa bikin pinggang pegal dan badan lemas.

Menurut data dari World Health Organization (WHO), disminore termasuk salah satu masalah kesehatan perempuan yang paling sering terjadi. Bahkan, sekitar 70% perempuan usia muda di dunia pernah mengalami nyeri haid. Sayangnya, banyak dari mereka masih dianggap lebay kalau mengeluh soal sakit ini.

Padahal, nyeri haid yang parah bisa mengganggu aktivitas, mood, dan kualitas hidup sehari-hari. Nggak sedikit juga yang akhirnya bolos kerja, kuliah, atau sekolah gara-gara nggak sanggup nahan sakitnya.

Minum Air Hangat Memang Bantu, Tapi…

Minum air hangat itu boleh kok. Efeknya bisa bantu mengendurkan otot perut yang kaku dan meningkatkan sirkulasi darah. Tapi kalau rasa sakitnya udah sampai bikin nggak bisa berdiri, pusing, atau mual, air hangat aja jelas nggak cukup.

Karena menurut penelitian, nyeri haid terjadi akibat peningkatan hormon prostaglandin dalam tubuh saat menstruasi. Hormon ini bikin otot rahim berkontraksi lebih kuat, makanya perut terasa nyeri luar biasa. Nah, minum air hangat nggak bisa langsung nurunin kadar prostaglandin.

Makanya, perlu penanganan lain yang lebih efektif.

Lalu, Harus Gimana? Ini yang Lebih Manjur

  1. Kompres hangat di perut bawah Efeknya langsung ke otot rahim yang tegang, jadi lebih cepat rileks.

  2. Olahraga ringan. Meskipun kelihatannya males banget buat gerak pas haid, olahraga kayak stretching atau yoga bisa bantu ngurangin sakit, lho.

  3. Makan makanan sehat antiinflamasi. Kayak ikan, alpukat, kacang-kacangan, dan jahe. Bisa bantu lawan peradangan alami di tubuh.

  4. Obat pereda nyeri (dengan pengawasan dokter) Kalau rasa sakitnya udah parah banget, nggak ada salahnya minum obat. WHO sendiri menyarankan untuk tidak membiarkan perempuan menahan sakit haid berlebihan karena bisa memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Setiap perempuan punya hak buat merasa nyaman dan sehat selama menstruasi. WHO juga menegaskan bahwa menstruasi adalah bagian penting dari kesehatan reproduksi dan kesejahteraan perempuan.

Jadi, kalau kamu atau orang di sekitarmu lagi haid, jangan anggap remeh keluhannya. Dengarkan, bantu, dan cari solusi bareng-bareng. Jangan cuma suruh minum air hangat.

Karena disminore itu nyata, sakitnya juga nyata. Dan perempuan yang tetap menjalani hari-harinya meskipun sedang dilanda nyeri luar biasa? Itu baru perempuan hebat.

Jadi, yuk mulai sekarang lebih peduli sama kesehatan menstruasi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Karena kesehatan reproduksi perempuan itu bukan aib, tapi hal yang wajib diperhatikan.