Konten dari Pengguna

Bukan Bawaan Lahir, Ini Rahasia di Balik Warna Pink Flamingo Ragunan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Naila lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Flamingo. Foto: Dokumentasi Sendiri
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Flamingo. Foto: Dokumentasi Sendiri

Siapa yang tidak terpesona saat melihat sekawanan flamingo berdiri anggun dengan satu kaki? Dengan kaki jenjang, leher panjang, dan bulu berwarna merah muda yang mencolok, burung ini menjadi salah satu satwa yang mudah menarik perhatian pengunjung di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

Di antara hijaunya pepohonan, flamingo terlihat bergerak perlahan di sekitar area perawatannya. Ada yang berdiri diam dengan satu kaki, berjalan di sekitar kolam, hingga mendekati area ketika waktu pemberian pakan tiba. Tidak sedikit pengunjung, terutama anak-anak, yang berhenti untuk melihat dan mengabadikan tingkah burung berkaki panjang tersebut.

Namun, ada satu hal yang membuat flamingo begitu mudah dikenali: warna merah mudanya. Pernahkah terpikir, dari mana sebenarnya warna tersebut berasal?

Ternyata, rahasianya ada pada makanan yang dikonsumsi flamingo.

Rahasia di Balik Warna Pink Flamingo Ragunan

Flamingo tidak langsung terlahir dengan bulu berwarna merah muda. Anak flamingo umumnya memiliki bulu berwarna abu-abu atau putih pucat. Warna khas tersebut muncul secara bertahap seiring pertumbuhan dan berkaitan dengan makanan yang mereka konsumsi.

Di alam, flamingo memakan berbagai organisme air, termasuk alga dan hewan-hewan kecil yang mengandung pigmen alami bernama karotenoid. Pigmen ini juga dapat ditemukan pada beberapa jenis makanan, salah satunya wortel yang dikenal dengan warna orangenya.

Ketika makanan yang mengandung karotenoid dikonsumsi, pigmen tersebut diproses dan diserap oleh tubuh flamingo. Karotenoid kemudian berperan dalam menghasilkan warna merah muda hingga kemerahan pada bulu, kulit, dan bagian tubuh lainnya.

Itulah sebabnya makanan menjadi bagian penting dalam pemeliharaan flamingo. Warna merah muda yang terlihat pada tubuh mereka bukan sekadar faktor penampilan, tetapi berkaitan dengan proses biologis yang terjadi setelah tubuh memperoleh nutrisi dari makanan.

Di Taman Margasatwa Ragunan, kebutuhan tersebut tentu perlu diperhatikan melalui pemberian pakan yang sesuai.

Pakan flamingo di Ragunan disiapkan dari beberapa bahan, di antaranya wortel, udang, ikan, dan taoge. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah dengan cara dihaluskan atau diblender hingga menjadi campuran yang lebih lembut sebelum diberikan kepada satwa.

Wortel dan udang menarik perhatian karena dapat menjadi sumber karotenoid dalam pakan. Sementara itu, ikan dan taoge membantu memenuhi kebutuhan nutrisi lainnya.

Pengolahan pakan menjadi lebih halus juga tidak dilakukan tanpa alasan. Flamingo memiliki bentuk paruh yang khas, yaitu melengkung ke bawah. Struktur paruh tersebut membantu flamingo mendapatkan makanan dengan cara menyaring atau yang dikenal sebagai filter feeding.

Saat makan, flamingo menggunakan paruhnya untuk mengambil makanan dari air. Struktur penyaring pada paruh membantu memisahkan partikel makanan dari air yang masuk. Cara makan inilah yang membuat flamingo berbeda dari banyak burung lain yang mengambil makanan dengan cara mematuk.

Karena memiliki cara makan yang unik, bentuk dan pengolahan pakan perlu disesuaikan dengan karakteristik flamingo. Pakan yang telah dihaluskan membantu makanan lebih mudah dikonsumsi sesuai dengan kemampuan makan satwa tersebut.

Bagi pengunjung, proses pemberian pakan mungkin terlihat sederhana. Namun, di baliknya terdapat perhatian terhadap kebutuhan nutrisi dan karakteristik biologis satwa. Apa yang diberikan kepada flamingo bukan hanya sekadar makanan agar mereka kenyang, tetapi juga menjadi bagian dari pemeliharaan kesehatan dan kondisi tubuhnya.

Keberadaan flamingo di Ragunan pun tidak hanya menawarkan pemandangan burung berwarna merah muda. Dari satwa ini, pengunjung dapat belajar bahwa makanan memiliki hubungan dengan penampilan dan kehidupan hewan.

Jadi, lain kali melihat flamingo berdiri anggun dengan bulu merah muda di Ragunan, jangan hanya melihat warnanya. Di balik warna tersebut ada cerita tentang makanan, karotenoid, bentuk paruh, dan cara makan yang membuat flamingo menjadi salah satu burung yang menarik untuk diamati.

Ternyata, warna merah muda flamingo bukan sekadar warna. Ada makanan dan proses biologis di baliknya.