[OPINI] Di Balik Masa Depan Bangsa, Ada Peran PGPAUD

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Agustina Azkia Tunnisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan cita-cita besar yang perlu dimulai dari pendidikan sejak usia dini. Kualitas generasi penerus tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan tumbuh melalui proses belajar, pengalaman, dan pendampingan yang mereka peroleh sejak kecil. Berkaitan dengan hal tersebut, Sania dan Sirozi (2025) membahas pentingnya masa keemasan (golden age) dalam pendidikan anak usia dini, ketika pemberian stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan dapat mendukung pertumbuhan dan potensi anak. Artinya, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar tempat mengenalkan huruf dan angka, melainkan juga ruang bagi anak untuk belajar mandiri, membangun karakter, mengenali emosi, dan berinteraksi dengan orang lain. Anak yang cerdas bukan hanya anak yang cepat membaca atau berhitung, tetapi juga anak yang mampu berpikir, mengelola perasaan, dan membiasakan perilaku baik. Mempertimbangkan hal itu, pendidikan pada masa ini perlu memperhatikan perkembangan anak secara menyeluruh. Di sinilah Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) memiliki peran penting, yaitu mempersiapkan calon pendidik yang memahami kebutuhan anak dan mampu mendampingi proses perkembangannya.
Namun, pentingnya pendidikan anak usia dini belum selalu diikuti pemahaman yang tepat mengenai cara anak belajar. Dalam sebagian praktik pembelajaran, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) masih menjadi perhatian utama, terutama sebagai bekal memasuki sekolah dasar. Tidak sedikit pula orang tua yang menganggap keberhasilan anak di PAUD dapat dilihat dari seberapa cepat anak menguasai kemampuan tersebut. Padahal, perkembangan anak tidak cukup dinilai dari kemampuan akademik saja. Anak juga perlu kesempatan untuk belajar bekerja sama, mengenali emosi, berkomunikasi, serta membangun kemandirian dan tanggung jawab. Ketika pembelajaran terlalu menekankan calistung, kesempatan anak untuk bermain, bereksplorasi, dan belajar sesuai tahap perkembangannya berisiko berkurang, sehingga aspek perkembangan lain yang tidak kalah penting kurang mendapat perhatian. Persoalan ini menunjukkan bahwa PAUD tidak seharusnya dipandang hanya sebagai tahap persiapan masuk sekolah dasar, tetapi juga sebagai fondasi bagi anak untuk tumbuh dan menjalani kehidupan di masa mendatang.
Menyikapi persoalan tersebut, pendidikan anak usia dini perlu menempatkan anak sebagai individu yang berkembang secara utuh, mulai dari nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, hingga sosial-emosional. Hal ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bermain yang menyenangkan dan sesuai usia. Misalnya, berdoa sebelum belajar mengenalkan nilai agama dan moral, bermain di luar ruangan melatih kemampuan fisik-motorik, menyusun balok mendorong anak berpikir dan memecahkan masalah, sedangkan bercerita dan bernyanyi mendukung perkembangan bahasa. Kegiatan berbagi mainan juga membantu anak belajar menghargai orang lain dan mengelola emosi. Dalam hal ini, kontribusi PGPAUD terletak pada penyiapan calon pendidik yang mampu merancang pembelajaran sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan anak. Melalui perkuliahan, observasi, dan praktik pembelajaran, mahasiswa PGPAUD belajar memahami karakter anak serta menerapkan pendekatan yang mendukung perkembangannya. Pendampingan yang tepat sejak dini dapat membantu anak mengembangkan pengetahuan, karakter, kemandirian, dan keterampilan sosial sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Dengan demikian, PGPAUD turut berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang berkualitas dan mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Meski demikian, upaya ini membutuhkan dukungan keluarga, lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah. Orang tua juga perlu memahami bahwa bermain bukan sekadar mengisi waktu, melainkan salah satu cara anak belajar. Pada akhirnya, kesempatan bagi anak untuk tumbuh dan mengembangkan potensinya menjadi bagian penting dalam membangun masa depan bangsa.
