Konten dari Pengguna

Musik dalam Belajar: Mengganggu atau Justru Membantu

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Semay Fadhilatul Muna tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang sedang belajar sembari mendengarkan musik. (Sumber: Ilustrasi AI)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang sedang belajar sembari mendengarkan musik. (Sumber: Ilustrasi AI)

Pada era digital ini, masalah yang dihadapi dalam menjaga konsentrasi belajar menjadi semakin kompleks. Siswa menjadi sangat mudah kehilangan konsentrasinya karena pengaruh sosial media, dan berakhir dengan pembelajaran yang tak kunjung selesai. Disisi lain, pembelajaran yang dipaksakan tanpa konsentrasi tidak akan berakhir efektif.

Konsentrasi belajar adalah bentuk kemampuan seseorang dalam memusatkan pikiran dan perhatiannya dalam aktivitas belajar, di mana pemusatan tersebut tertuju kepada isi dan bahan ajar ataupun tahapan untuk memperolehnya (Sati & Sunarti, 2021). Sehingga, sangat dianjurkan dalam belajar untuk menyingkirkan semua hal yang tidak membantu proses pembelajaran.

Konsentrasi memegang peranan penting dalam pemahaman materi. Sangat diperlukan cara efektif untuk menjaga konsentrasi tanpa memberi tekanan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan metode 25 menit belajar dan 5 menit istirahat. Sehingga otak mendapat waktu pendinginan sebentar. Cara lain yang bisa dilakukan agar konsentrasi tetap pada jalurnya adalah melalui media musik.

Musik merupakan segala sesuatu yang menyenangkan, mendatangkan keceriaan, mempunyai irama (ritme), melody, timbre (tone colour) tertentu untuk membantu tubuh dan pikiran saling bekerja sama. Musik telah lama dianggap memiliki pengaruh terhadap tubuh maupun jiwa manusia. Musik adalah salah satu media ungkapan kesenian, musik juga diartikan sebagai ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi suara yang mempunyai keseimbangan dan kesatuan nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan terutama yang dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu (Izam, 2016). Mendapati pengaruh musik yang cukup beragam, peneliti mulai mengeksplorasi eksistansi musik untuk meningkatatkan konsentrasi belajar.

Berdasarkan studi kualitatif yang diakukan oleh Meyla Muslimah & Wulan Apriani (2020), hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,3% siswa setuju bahwa musik dapat menjaga pikiran mereka tenang dan meningkatkan fokus. Namun, dalam penerapannya diperlukan untuk memilah jenis music yang dapat membantu meningkatkan konsentrasi.

Pemilihan Jenis Musik

Musik sebagai media peningkatan konsentrasi sudah dapat dibuktikan. Namun, dunia musik yang luas menjadikan tidak semua jenis musik akan cocok mengiringi pembelajaran. Berdasarkan penelitian oleh Saifaturrahmi Hidaya (2011), musik klasik terbukti meningkatkan daya tahan konsentrasi mahasiswa dalam belajar. Musik klasik memiliki struktur melodi dan harmoni yang teratur, disertai dengan penggunaan orkestra dengan alat musik gesek dan tiup, serta perubahan dinamika yang halus seperti dari lembut ke keras (crescendo). Saat mendengarkannya akan memunculkan perasaan tenang dan membuat tubuh menjadi rileks, sehingga konsentrasi belajar akan turut meningkat. Selain musik klasik, musik tanpa lirik (instrumental) dengan tempo lambat-sedang (sekitar 60–80 BPM) juga dapat merangsang gelombang rileks namun tetap focus.

Pemilihan jenis musik juga harus menyesuaikan jenis belajar ataupun mengerjakan tugas yang akan dilakukan. Musik klasik dan musik dengan tempo lambat-sedang dapat membantu meningkatkan konsentrasi saat akan melakukan belajar mandiri. Pembelajaran yang membutuhkan pemahaman mendalam dan logika berpikir kritis akan membutuhkan fokus yang lebih tinggi. Saat menghafal materi yang berat juga diperlukan ketenangan agar tidak mengalami distraksi dari luar. Sehingga, otak membutuhkan music yang tenang hingga samar agar tidak memecah konsentrasi.

Berbeda saat akan mengerjakan tugas kreatif dan repetitif yang cenderung tidak terlalu membutuhkan pemahaman mendalam, musik bertempo cepat justru akan meningkatkan gairah dan semangat sehingga rasa bosan tidak cepat datang. Seperti saat akan mengerjakan desain visual, diperlukan berbagai inspirasi imajinatif. Selain itu, saat akan menyalin materi ataupun tugas juga diperlukan perasaan hati yang senang. Musik bertempo cepat bisa menjadi moodboster sehingga pengerjaan bisa menjadi seru dan membuahkan hasil yang sesuai.