Konten dari Pengguna

Self-Healing Seketika Menjadi Tren Baru di Masa Pandemi

Chevy Atha

Chevy Atha

Hai everyone, my name is Chevy Atha, i'm a Psychology fresh graduate with experience in research, program development, and evidence-based interventions.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Chevy Atha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto oleh Skitterphoto dari Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Foto oleh Skitterphoto dari Pexels

Hayo, pasti salah satu dari kalian ada yang merasa jenuh karena pandemi ya? Apalagi dengan diterapkannya karantina wilayah yang tidak kunjung usai, yang membuat kita semakin terkurung dirumah.

Nah, secara tidak sadar hal itu memengaruhi keadaan psikis, khususnya di kalangan remaja seperti kita. Banyak orang bilang masa remaja adalah masa untuk mengeksplorasi dunia. Tapi apa boleh buat? Pandemi menghancurkan itu semua.

Karena mobilitas sosial yang dibatasi, para remaja terpaksa memutar otak untuk mengatasi bosan, yang pada akhirnya banyak remaja melakukan kegiatan produktif, seperti membaca buku, workout, dan kegiatan produktif lainnya.

Dengan keproduktifan tersebut, banyak remaja yang mulai peduli akan isu kesehatan mental. Nah, di media sosial saat ini sedang ramai memperbincangkan istilah healing, terutama di Tiktok dan Instagram. Kalian pasti juga sering kan menemukan konten terkait healing? atau malah kalian salah satu di antara pembuat tren tersebut? Sebenarnya, tren ini merupakan tren yang sangat positif, tetapi sebelum istilah healing ini disalah artikan, kalian harus mengerti terlebih dulu nih, apa sih healing itu?

Definisi Healing

Mengutip dari salah satu jurnal karya Patricia Crane dan Ward. healing berarti penyembuhan diri, kata healing sendiri didefinisikan sebagai “a process of cure” atau dengan kata lain suatu proses pengobatan atau penyembuhan. healing dimaksudkan sebagai suatu proses untuk menyembuhkan mental ataupun luka batin yang dilakukan melalui cara-cara tersendiri bagi setiap orang.

Setelah kalian mengerti definisi dari healing, tentunya kita perlu tahu, apa saja kegiatan yang bisa kita kita lakukan, ini tentunya demi keadaan mental kita yang optimal.

Macam-Macam Kegiatan Healing

1. Me time

Me time dikenal sebagai salah satu cara paling kekinian untuk menenangkan diri. Tidak hanya itu, me time adalah cara yang paling simple dan terjangkau. Seperti meluangkan waktu dengan diri sendiri tanpa gangguan dari orang lain, itu lah arti me time yang populer. Cocok banget nih buat kamu yang punya kepribadian introvert.

2. Olahraga

Berolahraga, tanpa kita sadari bisa secara tidak langsung membentuk kesehatan mental yang optimal. Peningkatan detak jantung saat berolahraga dapat mengantisipasi kerusakan otak akibat stres. Ketika berolahraga, diri kita memproduksi hormon saraf (norepinefrin) dan menurunkan kadar hormon stres (kortisol). Hal itu tentu saja bisa membuat kita punya kesehatan mental yang optimal.

3. Berkumpul Bersama Teman

Sebenarnya berkumpul bersama teman adalah salah satu cara dalam melakukan self-healing, tapi hal tersebut jarang sekali kita sadari. ketika kita berkumpul bersama teman, pembahasan kita haruslah yang membuat hati senang, seperti bercanda dan tertawa bersama, secara tidak langsung itu sudah bisa membuat kita memiliki mental yang optimal.

Survei

Saya juga melakukan survei pada salah satu teman saya, Bagaimana cara kalian mengatasi stres di masa pandemi ini (cara healing kalian)?.

Menurut Acha, mahasiswi kekinian asal Jakarta, terkait kegiatan apa yang ia lakukan untuk mengatasi kejenuhan "Ya kalo gue sih semisal udah jenuh atau stres sama tugas-tugas kuliah, yang gue lakukan adalah me-time, karena gua orangnya introvert banget, dan itu merupakan cara paling efektif bagi diri gue pribadi"

Nah, setelah kalian mengerti trik dan cara memiliki kesehatan yang optimal, yuk mari sama-sama kita peduli terhadap kesehatan mental kita. Ingat, kesehatan fisik memang penting, tetapi kesehatan mental itu tidak kalah penting.

Sumber

https://drvignesh.teachable.com/