Efektifkah Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Ini?

Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara 2020
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Febry Andini Purba tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semenjak pandemi COVID-19 di Indonesia, banyak kegiatan yang dilakukan secara daring. Contohnya seperti sekolah, perguruan tinggi dan juga bekerja. Karena adanya pandemi yang melanda, penerapan kuliah daring di Indonesia bahkan meningkat. Dengan menerapkan proses belajar mengajar yang dilaksanakan secara jarak jauh melalui dalam jaringan (daring) hingga kondisi memungkinkan untuk belajar di kampus.
Tetapi, apakah kalian tau pengertian atau maksud dari daring tersebut?
Makna daring adalah terhubung melalui jejaring komputer, internet dan lain-lain. Kamu juga bisa tahu lawan kata dari daring, yaitu luring yang berarti keadaan tidak terhubung, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan kata offline.
Pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran daring dilakukan agar mempermudah proses belajar mengajar. Proses pembelajaran secara daring tidak perlu tatap muka antara dosen dan mahasiswa secara langsung. Mahasiswa bisa belajar kapan saja dan dari mana saja.
Sistem pembelajaran dilakukan melalui komputer pribadi (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Dosen dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), Google Meet, Google Classroom, Zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Oleh karena itu, dosen dapat menjamin bahwa mahasiswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan, meskipun di tempat yang berbeda
Dampak positif yang dirasakan adalah semakin terlatihnya dosen dan mahasiswa dalam menggunakan teknologi. Analisis atas pembelajaran daring bagi mahasiswa dilakukan dan hasilnya menunjukkan mahasiswa menilai penggunaan pembelajaran daring cukup efektif.
Tetapi banyak gangguan yang muncul dan harus diatasi sesegera mungkin sehingga kegiatan pembelajaran dapat bekerja tanpa masalah. Hambatan yang muncul, antara lain terkait dengan jaringan. Jaringan online yang digunakan kurang memadai untuk didapatkan mahasiswa di daerah yang tidak terjangkau atau terpencil, banyaknya tugas yang di berikan oleh dosen, sulit fokus pada pembelajaran, kuota internet yang terbatas, serta aplikasi yang sulit di pahami. Jadi sebagian besar siswa lebih suka belajar dengan menggunakan model pembelajaran tatap muka.
Ternyata pembelajaran daring memiliki beberapa dampak, yaitu dampak positif pembelajaran daring bagi mahasiswa adalah mendapatkan materi dengan mudah dan mengakses materi kapan saja dengan santai serta aman dari bahaya virus Corona. Sementara dampak negatif pembelajaran daring bagi mahasiswa adalah kurangnya niat belajar terhadap mahasiswa dan semakin menumpuknya tugas serta keterbatasan jaringan.
Dalam proses belajar mengajar, berapa kuota internet yang harus digunakan mahasiswa? Namun, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah memberikan bantuan dalam bentuk paket data internet untuk mahasiswa.
Materi pembelajaran yang disampaikan oleh dosen kadang-kadang sulit dipahami oleh mahasiswa. Misalnya, terkait dengan perhitungan dan praktik. Dosen menyampaikan materi pembelajaran dibantu dengan berbagai cara yaitu dengan penyampaian video terkait topik pembelajaran atau mengajak mahasiswa untuk turut aktif dalam pembelajaran seperti memberi kesempatan untuk setiap mahasiswa untuk tanya jawab dan mengaitkan kondisi sekitar sesuai dengan topik pembelajaran, dan bisa juga dengan share screen materi perhitungan dan rumus perhitungannya, agar dapat dengan mudah dipahami mahasiswa.
Saat ini mahasiswa mengharapkan secepatnya akan ada pembelajaran tatap muka. Karena, materi pembelajaran yang disampaikan melalui tatap muka masih diperlukan. Ini karena mengingat penjelasan dosen secara langsung di kelas lebih mudah dipahami. Interaksi dapat secara langsung meningkatkan pendekatan mahasiswa untuk belajar. Selain itu, karakter individu mahasiswa dapat dibentuk melalui kegiatan belajar mengajar di kelas.
Saat ini, pembelajaran online masih merupakan pilihan dan masih dilakukan. Ini mengingat penyebaran virus yang tidak dapat dikontrol secara optimal. Tetapi jangan mengesampingkan kemungkinan kegiatan proses belajar di masa depan yang dilakukan secara online dan tatap muka. Evaluasi efektivitas metode pembelajaran online hanya ditinjau hanya dalam hal tingkat prestasi dan keaktifan belajar mahasiswa, tetapi juga harus ditinjau dari dukungan orang tua, fasilitas pendukung, dan pemerintah tentunya
Referensi :
Argaheni, Niken Bayu. 2020. Sistematik Review: Dampak Perkuliahan Daring Saat Pandemi Covid-19 Terhadap Mahasiswa Indonesia. Placentum, 8(2), 101-103.
Harnani, Sri. 2020. Efektivitas Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19. Bdkjakarta.kemenag.go.id
Setia,Ulfah. 2021. Pembelajaran Daring di Masa Pandemi, Efektifkah?. Neo-demokrasi.com. STIESIA Surabaya
