Dampak Media Sosial terhadap Kesehatan Mental: Benarkah Kita Kecanduan?

Mahasiswa S1 Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Siliwangi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dimas Hermawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media sosial telah menjadi bagian penting yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Melalui berbagai platform seperti Instagram, Tiktok, Youtube, Facebook, Twitter, dan lain sebagainya, media sosial menyuguhkan beragam pengalaman menyenangkan bagi kita. Pengalaman menyenangkan tersebut membawa kita pada satu aktivitas yang menjadi sebuah kebiasaan baru. Tanpa disadari, kita rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menggulir layar gawai tanpa tujuan yang jelas. Apabila demikian, kita telah masuk pada tahap kecanduan media sosial.
Salah satu penyebab utama kecanduan media sosial, yaitu sistem algoritma yang dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin (Anshori, 2025). Fitur rekomendasi konten yang dipersonalisasi membuat beranda media sosial menyuguhkan beragam konten yang sesuai dengan karakteristik kita selaku pengguna (Khasanah, 2024). Akibatnya, kita akan cenderung sulit untuk berhenti menggulir layar beranda dan mengorbankan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti belajar, bekerja, atau berinteraksi secara langsung dengan keluarga dan teman (Maryana dkk, 2025).
Kecanduan media sosial memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan mental. Penggunaan yang berlebihan dapat membuat kita merasa cemas, tertekan, atau stes apabila tidak membuka media sosial dalam jangka waktu tertentu, bahkan memicu perilaku kompulsif (Subandi dkk, 2025). Apalagi saat ini, beragam tayangan konten di media sosial sering kali menampilkan standar sosial baru yang seolah harus kita ikuti, seperti citra diri, popularitas, prestasi, gaya hidup, dan kriteria pasangan (Harahap dkk, 2025). Bagi sebagian orang yang tidak mampu mengikuti standar sosial tersebut, hal ini tentu dapat memperburuk kondisi kesehatan mentalnya.
Oleh karena itu, kita perlu bersikap bijaksana dalam menggunakan media sosial agar terhindar dari kecanduan dan dampak buruknya terhadap kesehatan mental. Sikap bijaksana tersebut dapat kita lakukan dengan beberapa cara, seperti membatasi waktu penggunaan media sosial, memfilter konten media sosial yang ditonton atau lewat di beranda, menghindari penggunaan media sosial sebelum waktu tidur, menyibukan diri dengan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, dan memperbanyak interaksi secara langsung dengan keluarga atau teman. Mari mulai menggunakan media sosial dengan lebih bijak demi menjaga kesehatan mental kita.
Dimas Hermawan,
Referensi:
Anshori, M. Y. (2025). Budak Algoritma: Mengapa Kita Tak Bisa Berhenti Scroll?. Sleman: Deepublish Digital.
Harahap, P., Herba, N. T., Putri, T., & Dongoran, R. (2025). Analisis Dampak Perubahan Norma-norma Sosial dalam Era Media Sosial. RISALAH: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 11(2), 801-814.
Khasanah, O. N. (2024). Manajemen Distribusi dan Audiens: Strategi Distribusi Konten Media, Segmentasi Audiens dan Personal Konten, Algoritma Media Sosial dan Dampaknya pada Persebaran Informasi. AMERTA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(3), 135-145.
Maryana, D., Boer, K. M., Purwanti, S., & Ibrizah, Z. (2025). Dampak Penggunaan Media Sosial terhadap Perilaku Phubbing pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2022. Jurnal Teknologi dan Komputasi, 7(2), 30-53.
Subandi, S., Susilowati, D., & Riyanto, R. (2025). Kecemasan Akademik dan Digital: Analisis Stress Remaja dengan Pendekatan Psikoedukasi. Jakarta: Penerbit Nuansa Fajar Cemerlang.
