Pseudo-nasionalisme: Bahaya di Balik Nasionalisme Palsu

Dimas Setyanto
Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Jember
Konten dari Pengguna
12 Juni 2024 8:09 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Dimas Setyanto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Ilustrasi bahaya pseudo-nasionalisme Foto: Dimas Setyanto
Di tengah meningkatnya sentimen kebangsaan di berbagai belahan dunia, kita sering mendengar seruan untuk meningkatkan nasionalisme dan mencintai negara dengan sepenuh hati. Namun, di balik semangat patriotisme yang tampak mulia ini, ada fenomena yang berbahaya dan sering kali tidak disadari yaitu pseudo-nasionalisme.
ADVERTISEMENT
Pseudo-nasionalisme adalah bentuk nasionalisme palsu yang berakar pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, bukan pada cinta sejati terhadap bangsa dan negara. Bentuk nasionalisme Ini sering kali digunakan sebagai alat propaganda untuk mencapai tujuan-tujuan politik atau ekonomi yang sempit, dengan mengorbankan nilai-nilai dasar yang sebenarnya harus dijunjung tinggi dalam nasionalisme sejati.
Bahaya Pseudo-nasionalisme beragam. Mulai dari cenderung menekankan perbedaan daripada persatuan yang dapat dilihat dari bentuk diskriminasi, sehingga mengakibatkan konflik sosial yang merusak keharmonisan masyarakat. Kedua, penyebaran informasi yang memihak dan sering kali tidak benar, hal ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat ketika nasionalisme yang diusung ternyata palsu dan hanya untuk kepentingan tertentu. Terakhir, penolakan akan kritik dan menganggap kritikan sebagai ancaman terhadap negara. Padahal, kritik adalah bagian penting dari demokrasi yang sehat dan berfungsi sebagai mekanisme untuk perbaikan diri. Efek negatif dari hal tersebut dapat menghambat kemajuan dengan menolak inovasi dan perubahan yang diperlukan pada negara.
ADVERTISEMENT
Pseudo-nasionalisme adalah ancaman nyata bagi integritas dan kemajuan bangsa. Sebagai masyarakat yang peduli, kita harus waspada terhadap bentuk pseudo-nasionalisme dan berusaha untuk menumbuhkan nasionalisme sejati yang berdasarkan pada cinta tanah air yang tulus dan inklusif.
Dimas Setyanto, Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika Universitas Jember