Konten dari Pengguna

Jadi, Penulisannya Dipisah atau Sambung?

Ahmad Arpan Arpa

Ahmad Arpan Arpa

Alumnus Unindra-Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Writer Enthusias, a ghost writer.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Arpan Arpa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menulis surat.  Foto: plo/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menulis surat. Foto: plo/shutterstock

Sebagai pengguna bahasa Indonesia, seringkali dibuat bingung oleh kata depan (preposisi) di-, ke-, dan dari-. Sebenarnya, bagaimana sih cara pemakaian atau penggunaan kata depan tersebut yang tepat?

Kenapa ya penulisan preposisi ada yang disambung dan ada pula yang dipisah padahal maksud yang ingin disampaikan sama saja? Kenapa sih tidak dibuat mudah saja tanpa ada aturan dalam penulisannya? Kita menggunakan preposisi di-, ke-, dan dari- saat berbicara tidak akan nampak bedanya, tapi ketika menulis barulah terlihat jelas bedanya.

Bahasa di dunia termasuk bahasa Indonesia memiliki tata bahasa atau serangkaian kaidah/peraturan dalam menggunakan bahasa. Tujuan dibuatnya tata bahasa adalah untuk memudahkan pengguna bahasa dalam berkomunikasi sehingga mudah dimengerti baik oleh penutur maupun petutur.

Gramatika atau tata bahasa sangat perlu untuk dikuasai khususnya dalam hal berbicara, dan menulis agar hal-hal yang disampaikan dapat tertata rapi atau sitematis dan menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi.

Ilustrasi membaca majalah. Foto: file404/Shutterstock

Kata di-, ke-, dan dari- pada suatu kalimat tidak selalu merujuk sebagai kata depan. Pada kondisi tertentu preposisi tersebut menjadi imbuhan atau awlan kata. Bahasa Indonesia memiliki aturan yang ketat dalam hal penulisan. Tata bahasa ini dibentuk tentunya untuk membuat standardisai terhadap kalimat dan kata.

Penulisan preposisi dapat dipisah dengan kata yang mengikutinya apabila menunjukkan tempat/lokasi dan menunjukkan waktu. Sebagai contoh:

  • Aldo pergi ke sekolah.

  • Ibu memasak di dapur.

  • Adji berasal dari Pemalang.

  • Ayah tetap masuk kerja di hari Minggu.

Penulisan preposisi tersebut wajib digabung apabila diikuti kata kerja. Di luar dari kata kerja, maka penulisannya dipisah. Penulisan di-, ke-, dan, dari- yang digabung akan beralih fungsi menjadi imbuhan yang berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif. Sebagai contoh:

  • Kucing itu dicintai oleh Farel.

  • Samsak yang hancur habis dipukul Mike Tyson.

  • Dilarang merokok saat memasuki kawasanSPBU.

  • Dilarang membuang sampah sembarangan.

Penulisan preposisi di-, ke-, dan, dari- mungkin jadi hal yang sepele namun perlu diperhatikan dalam penulisannya. Semoga bermanfaat.