Konten dari Pengguna

Perubahan Dimulai dari Diri Kita

Harris Hudhan Firmansyah S

Harris Hudhan Firmansyah S

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Harris Hudhan Firmansyah S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan Dimulai dari Diri Kita
zoom-in-whitePerbesar

Judul : 25 WAYS TO WIN WITH PEOPLE DAN MERASA DIRI MEREKA ADA DALAM KONDISI PRIMA

Penulis : John C. Maxwell dan Les Parrott Ph.D

Penerbit : MIC PT Menuju Insan Cemerlang

Kota Penerbit : Surabaya

Tahun terbit : 2018

Tebal :XX + 248 Halaman

Dalam buku ini sangat banyak pelajaran yang bisa di temukan, dari awal bab yaitu “Awali dengan Diri Anda Sendiri”. Di bab ini dijelaskan bahwa jika kita ingin membuat orang lain menyukai anda, maka anda harus menyukai diri anda sendiri terlebih dahulu atau anda sedang dalam proses untuk menjadi orang yang menyukai diri anda sendiri. Bab kedua “Terapkan Prinsip 30 detik”. Bab ini menjelaskan bagaimana cara untuk orang lain menyukai anda adalah dengan mengatakan sesuatu yang memotivasi lawan bicara anda di 30 detik pertama sebuah diskusi. John berkata “ saya mempelajari prinsip 30 detik dari ayah saya, bertahun-tahun yang lalu, ayah saya menjadi presiden universitas dan saya biasanya berjalan melewati kampus Bersama dirinya. Beberapa kali ayah saya berhenti untuk mengatakan hal-hal yang memotivasi murid-muridnya. Saat saya tergoda untuk mengeluh, saya biasanya melihat wajah para murid itu dan menyadari bahwa ayah saya telah menanam kata-kata yang baik dalam diri mereka”.

Bab ketiga “Tunjukkan Bahwa Anda Membutuhkan Orang Lain” menjelaskan bahwa pemimpin besar jatuh saat mereka membutuhkan orang lain. Maksudnya adalah ketika kita ingin mengajak orang lain untuk bekerja sama dengan kita, kita harus mengatakan bahwa kita membutuhkan orang tersebut. Bab keempat “Ciptakan Kenangan dan Sering-seringlah Mengingatnya”, bab ini menjelaskan agar kita meluangkan waktu yang banyak untuk menciptakan kenangan dengan orang yang kita suka, karena dengan adanya kenagan kita akan menjadi lebih dekat dengan orang yang kita suka. Bab kelima “Pujilah Seseorang di Depan Orang Lain” menjelaskan bahwa kita harus memuji orang di depan orang lain agar menimbukan kedekatan diantara kita dengan orang yang kita puji.

Bab keenam “Buatlah Orang-Orang Mendukung dan Melanjutkan Pandangan Positif Mereka Tentang Seseorang”. Pada bab ini John menjelaskan bahwa untuk membuat orang lain mendukung pandangan anda, anda harus bisa menghargai orang lain, kemudian anda harus bisa mendukung rasa hormat anda pada orang lain dengan sebuah Tindakan. Selain itu anda juga harus bisa melupakan masa lalu mereka dan lihatlah hal-hal positif di masa depan mereka. Bab ketujuh “Ucapkan Kata-Kata yang Tepat di Saat yang Tepat”, kebanyakan orang tahu bahwa kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa. Editor dan teolog, Tyron Edwards mengamati, “Kata-Kata lebih baik dan lebih buruk daripada pemikiran, kata-kata mengekspresikan pemikiran dan memberi nilai tambah pada pemikiran itu. Kata-kata memberi kekuatan pada pemikiran, baik untuk kebaikan maupun kejahatan, kata-kata membuat pemikiran mulai berkelana dalam perjalanan tanpa akhir, mencari instruksi, kenyamanan, dan berkat, atau untuk kecelakaan, kesedihan, dan kehancuran.” Namun, mengucapkan kata-kata yang tepat saja tidak cukup. Pemilihan waktu yang tepat juga penting.

Bab ketigabelas “jangan Memikirkan Diri Sendiri Saja.” bab ini menjelaskan bahwa ketika anda berfokus pada orang lain, teruslah berusaha memberikan apa yang mereka butuhkan, dan anda bisa tidak lagi memikirkan diri anda sendiri. Cara tersebut sangat mengagumkan untuk membuat orang lain menyukai anda. Bab keempatbelas “Lakukan Hal-Hal yang Tidak Bisa Orang Lain Lakukan Sendiri” bab ini menerangkan bahwa sebanyak apapun atau sedikit apapun hal yang anda rasa miliki, anda bisa melakukan hal yang tidak bisa orang lain lakukan sendiri. Cara anda melakukannya akan ditentukan oleh bakat dan sumber-sumber unik anda, serta masa lalu anda. Bab kelimabelas “Dengarkan dengan Hatimu” dalam bab ini dijelaskan bahwa kita harus menjadi pendengar yang baik bagi semua orang, karena dengan menjadi pendengar yang baik kita sudah satu Langkah lebih maju dalam sebuah pertandingan. Kita juga harus mendengarkan “hal-hal tersirat” untuk menemukan petunjuk yang akan mengatakan pada kita seperti apa perasaan orang lain.

Menurut saya, bab yang paling berkesan adalah bab 8, yang berjudul “Dukunglah Impian Orang Lain”. Saya tahu, semua orang pasti memiliki impiannya sendiri. Namun, tidak semua orang dapat mewujudkan sendirian. Kita dapat membantu mereka walaupun dengan hal-hal kecil, seperti memujinya. Walaupun terdengar sepele, namun bagi mereka itu merupakan hal yang sangat istimewa, tentu di bab inilah kita dapat mempelajari banyak hal untuk masa depan kita.

Buku ini sangat direkomendasikan kepada anda yang ingin melatih diri untuk menjadi seorang pemimpin yang dapat memenangkan hati orang lain. Kelebihan dari buku ini adalah terdapat kutipan-kutipan motivasi di setiap babnya dan terdapat Langkah-langkah untuk menerapkan motivasi yang terdapat di buku ini. Sayangnya, kelemahan dari buku ini terdapat kata-kata yang tidak efektif. Mungkin karena buku tersebut merupakan terjemahan, sehingga beberapa paragraf terlalu sulit untuk dimengerti. Namun selebihnya, buku ini sangat bermanfaat dan rekomendasi untuk dibaca.

Pereview :

Harris Hudhan Firmansyah S/Farmasi C/2020/Universitas Muhammadiyah Malang

Dosen Pembimbing : Dr.Daroe Iswatiningsih,M.Si.