Perut Senang, Otak Cemerlang: Ayo Sarapan!

Mahasiswa S-1 Ilmu Gizi Institut Kesehatan Immanuel Bandung
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Farida Maulani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam hal pemenuhan gizi. Salah satu kebiasaan sederhana namun sering diabaikan adalah sarapan pagi. Padahal, sarapan memiliki peran penting sebagai sumber energi setelah tubuh tidak mendapatkan asupan makanan semalaman. Tanpa sarapan, anak cenderung lebih mudah lelah, kurang fokus, dan tidak bersemangat dalam menjalani aktivitas belajar di sekolah. Hal ini juga disampaikan oleh Ibu Irma Rahmawati (35 tahun), seorang ibu rumah tangga yang menekankan pentingnya sarapan bagi anak. Ia menyampaikan dengan santai bahwa “sarapan itu penting banget, soalnya jadi sumber energi anak sebelum mulai aktivitas”. Menurutnya, meskipun hanya dalam porsi kecil, seperti beberapa suap nasi, sarapan tetap perlu diusahakan setiap pagi agar anak tetap memiliki energi untuk beraktivitas.
Ibu Irma juga melihat adanya perbedaan yang cukup jelas pada anaknya ketika sarapan dan tidak. Ia mengatakan, “kalau anak aku sarapan, jadi lebih semangat, lebih aktif, nggak gampang capek, sama kelihatan lebih ceria”. Hal ini menunjukkan bahwa sarapan tidak hanya berpengaruh pada kondisi fisik, tetapi juga pada suasana hati dan semangat anak dalam menjalani hari. Dalam kesehariannya, menu sarapan yang disiapkan cukup sederhana, seperti nasi dengan telur, susu, roti, atau nasi goreng. Namun, yang terpenting adalah kandungan gizinya tetap mampu memenuhi kebutuhan energi anak. Ia juga menambahkan bahwa sarapan sangat berpengaruh terhadap konsentrasi belajar, “menurut aku sih, sarapan itu ngaruh banget biar anak bisa lebih fokus belajar” . Bahkan, ia pernah melihat anak lain yang tidak sarapan terlihat lemas dan kurang bersemangat saat di sekolah. Sebagai orang tua, Ibu Irma menyadari bahwa membiasakan sarapan sejak dini adalah hal yang sangat penting. Ia juga berpesan dengan gaya santai, “ya harus dibiasain sih, orang tua juga harus sempetin waktu buat nyiapin sarapan, karena penting buat kesehatan sama aktivitas belajar anak”.
Dari pengalaman tersebut, dapat disimpulkan bahwa sarapan merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar bagi tumbuh kembang anak. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membentuk kebiasaan ini, agar anak dapat tumbuh sehat, berenergi, dan mampu mengikuti kegiatan belajar dengan optimal.
Kelompok 5, Mahasiswa S-1 Ilmu Gizi Institut Kesehatan Immanuel Bandung.
