Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UMM Ajarkan Strategi Pemasaran Produk GAPOKTAN

Mahasiswi Akuntansi di Universitas Muhammadiyah Malang
Tulisan dari Attiyyatu sadiyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang ini adalah kegiatan pengabdian yang dilakukan Mahasiswa untuk membantu melakukan branding produk khususnya pada produk GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) Dusun Dadaptulis.
Melalui Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa kelompok 51 gelombang 10 dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Rahadi S.sos, M.Si berupaya untuk melakukan branding produk GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) serta mengenalkan Dusun Dadaptulis dalam ke luar desa, sehingga diharapkan dusun dan produk tani dapat dikenal oleh masyarakat luas.
Melalui pengabdian ini, kami dari kelompok 51 gelombang 10 melakukan sosialisasi tentang bagaimana cara untuk memasarkan produk GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) melalui media sosial, acara ini dihadiri oleh Ibu-Ibu (Kelompok Wanita Tani) yang ada di Dusun Dadaptulis Dalam. Dalam sosialisasi ini, kami menawarkan bantuan untuk pembuatan logo produk, instagram, dan banner untuk rumah pengemasan dan sebagai media promosi penjualan.
Untuk bagian pemasaran produk Gabungan kelompok tani Dusun Dadaptulis Dalam, Ibu-Ibu (Kelompok Wanita Tani) inilah yang mengelola, mulai dari pengemasan hingga penjualan produk.
Selain pemasaran produk sayur organik, gabungan kelompok tani juga mengadakan pelatihan penanaman sayur organik kepada orang yang ingin belajar bercocok tanam seperti sayuran organik.
Tanaman yang ditanam oleh gabungan kelompok tani adalah tanaman organik yaitu tanaman yang cara penanamannya bebas dari bahan kimia, Mereka menggunakan bahan-bahan organik untuk nutrisi dan pupuk tanaman, Sehingga dapat menghasilkan tanaman yang memiliki nutrisi yang baik.
Selain itu, hal tersebut dilakukan untuk menjaga agar kandungan pH dan nutrisi yang ada dalam tanah tidak rusak. Selain melakukan penanaman sayur, gabungan kelompok tani Dusun Dadaptulis dalam juga tetap berfokus pada lingkungan sekitar, tentang bagaimana dampak yang akan di timbulkan dan lain-lain.
Pandemi yang melanda ditahun 2020 membuat penjualan produk sayuran organik milik gabungan kelompok tani mengalami penurunan yang lumayan tajam. Adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang dilakukan pemerintah menyebabkan pengiriman terhambat, sehingga produk tidak bisa sampai ke pembeli. Tahun 2022 ini menjadi tantangan bagi gabungan kelompok tani dan kelompok wanita tani untuk bangkit dan kembali memasarkan produknya kepada masyarakat.
