Konten dari Pengguna

Mengembangkan Literasi Melalui Penulisan Kreatif di SMA Al-Tazkia Bogor

Artika Salsabila Ashari

Artika Salsabila Ashari

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artika Salsabila Ashari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto dokumentasi setalah melakukan kegiatan PKM di SMA Al-Tazkia Bogor.
zoom-in-whitePerbesar
Foto dokumentasi setalah melakukan kegiatan PKM di SMA Al-Tazkia Bogor.

Di era digital yang serba cepat ini, kemampuan literasi menjadi salah satu keterampilan dasar yang sangat krusial bagi generasi muda. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga mencakup keterampilan berpikir kritis, memahami informasi, dan mengomunikasikan ide secara efektif. Sayangnya, tantangan terhadap rendahnya minat baca dan tulis masih menjadi isu yang signifikan, terutama di kalangan pelajar. Oleh karena itu, pendekatan yang inovatif dan menyenangkan diperlukan untuk membangkitkan semangat literasi di kalangan siswa. Salah satu metode yang dinilai efektif adalah penulisan kreatif, yang tidak hanya melatih keterampilan menulis tetapi juga menumbuhkan imajinasi, daya pikir kritis, dan kemampuan berbahasa.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema "Mengembangkan Literasi melalui Penulisan Kreatif". Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 17 April 2025 di SMA Al-Tazkia, Bogor, dengan melibatkan siswa-siswi kelas X dan XI sebagai peserta. Kegiatan ini juga didampingi oleh dosen pembimbing, Ibu Dewi Rani Gustiasari, S.S., M.Hum, yang turut memberikan dukungan dan arahan selama pelaksanaannya.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Tim mahasiswa membuka acara dengan sesi perkenalan yang dilakukan secara santai namun tetap profesional. Kepala Sekolah SMA Al-Tazkia, Bapak Sutisna S.Pd, memberikan sambutan singkat yang menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini serta harapan agar program ini bisa memberikan dampak positif dalam peningkatan literasi siswa. Sambutan ini memberikan semangat awal bagi seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan antusias.

Dokumentasi foto saat kepala sekolah melakukan sambutan.

Sesi utama kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya literasi dan bagaimana penulisan kreatif dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengembangkan keterampilan tersebut. Materi meliputi pengenalan terhadap berbagai bentuk tulisan kreatif seperti cerpen, puisi, esai pribadi, dan fiksi kilat. Mahasiswa menjelaskan elemen-elemen penting dalam menulis, seperti menentukan tema, membangun karakter, menciptakan konflik dan resolusi, serta teknik menulis yang komunikatif dan estetis. Penyampaian dilakukan secara interaktif dengan menampilkan contoh karya tulis yang relatable dengan kehidupan remaja, sehingga siswa dapat merasa dekat dan tertarik dengan materi yang disampaikan.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Banyak siswa yang aktif bertanya mengenai bagaimana memulai tulisan saat tidak memiliki ide, bagaimana memperkaya kosakata dalam tulisan, dan bagaimana cara menilai apakah tulisan mereka sudah baik atau belum. Tim mahasiswa memberikan jawaban disertai tips praktis dan motivasi, sehingga suasana kelas menjadi hidup dan dinamis.

Setelah sesi teori dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penulisan kreatif. Para siswa diminta untuk menulis sebuah karya berdasarkan topik yang mereka pilih sendiri dari beberapa pilihan yang telah disediakan. Praktik ini bertujuan untuk mengaplikasikan langsung teori yang telah diberikan serta mengasah kemampuan menulis secara mandiri. Siswa terlihat fokus dan serius selama proses ini, bahkan beberapa siswa meminta waktu tambahan karena sangat menikmati proses menulisnya.

Dokumentasi foto saat para siswa sedang mengerjakan tugas penulisan kreatif.

Untuk menciptakan suasana yang lebih cair dan menyenangkan, sesi ice breaking diselipkan di tengah kegiatan. Ice breaking ini berupa permainan edukatif yang melibatkan kerja sama dan kreativitas. Peserta yang menang mendapatkan hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi. Ice breaking ini terbukti efektif dalam menghilangkan kejenuhan dan meningkatkan kembali konsentrasi siswa sebelum melanjutkan sesi berikutnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan proses pengoreksian dan penilaian karya tulis yang telah dibuat siswa. Tim mahasiswa memilih tiga karya terbaik berdasarkan kreativitas, penggunaan tata bahasa, dan struktur cerita. Pengumuman pemenang dilakukan di hadapan seluruh peserta dan disambut dengan tepuk tangan meriah. Pemenang mendapatkan penghargaan simbolis berupa hadiah dan pujian langsung yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus menulis.

Tidak hanya fokus pada pengajaran, kegiatan ini juga menekankan pentingnya interaksi dua arah antara pengajar dan peserta. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya menjadi narasumber, tetapi juga berperan sebagai fasilitator dan teman diskusi. Pendekatan ini berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif, di mana siswa merasa lebih nyaman untuk bertanya, berpendapat, dan menunjukkan hasil karyanya.

Sebagai penutup, mahasiswa menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini dapat menjadi pemicu semangat bagi siswa SMA Al-Tazkia untuk terus meningkatkan literasi mereka, khususnya melalui kegiatan menulis kreatif. Diharapkan juga, keterampilan menulis yang telah mereka pelajari dapat menjadi bekal penting dalam kehidupan akademik maupun sosial mereka di masa depan.

Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Universitas Pamulang, karena melalui kegiatan ini mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi nyata kepada masyarakat. Peran dosen pembimbing, Ibu Dewi Rani Gustiasari, S.S., M.Hum, serta kerja sama dengan pihak sekolah sangat menentukan kelancaran kegiatan ini.

Dokumentasi foto dosen pembimbing dan kepala sekolah saat penyerahan sertifikat apresiasi.

Dengan berakhirnya program ini pada pukul 12.00 WIB, seluruh peserta meninggalkan ruangan dengan penuh senyum dan semangat baru. Beberapa siswa bahkan menyatakan keinginan mereka untuk mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Ini menjadi indikasi bahwa PKM ini bukan hanya sukses secara teknis, tetapi juga memberikan dampak positif dan inspiratif.

Sebagai refleksi, program "Mengembangkan Literasi melalui Penulisan Kreatif" membuktikan bahwa literasi bukan sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan nyata yang harus terus diperjuangkan. Melalui metode yang kreatif dan pendekatan yang tepat sasaran, peningkatan literasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.