Konten dari Pengguna

Ciplukan: Buah Tumbuhan Liar yang Menjadi Superfood di Luar Negeri

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Denara Avica tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buah ciplukan segar (sumber: pexels.com)
zoom-in-whitePerbesar
Buah ciplukan segar (sumber: pexels.com)

Siapa yang sudah tidak asing dengan buah ini? Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi ya dengan buah ciplukan. Buah yang biasanya kita temui waktu kecil bermain di kebun, tumbuh liar di habitat tanah lembab sekitar semak-semak ataupun rerumputan liar, dan memiliki khasiat serta nilai jual yang tinggi di luar negeri loh. Karena buah ciplukan yang banyak tumbuh liar, membuat mayoritas masyarakat Indonesia kurang mengetahui potensi dari buah tersebut sehingga jarang dibudidayakan.

Ciplukan (Physalis peruviana) atau di luar negeri dikenal dengan nama Golden Berry dijuluki sebagai superfood bukan tanpa sebab, buah ini memiliki kandungan kaya akan nutrisi dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan, itulah yang membuat harga untuk buah ciplukan segar di luar negeri mahal. Si kecil yang bernilai tinggi ini memiliki bentuk buah bulat, berwarna kuning keemasan ketika matang, buahnya dibungkus dengan kelopak bunga yang seperti kertas, serta memiliki cita rasa manis, sedikit asam, dan segar.

Yuk kita bedah alasan mengapa buah ciplukan disebut sebagai superfood!

Khasiat yang pertama dari mengkonsumsi buah ciplukan ini yaitu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam jurnal penelitian Sathyadevi et. al (2014), buah ciplukan mengandung banyak sekali vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, kalsium, fosfor, kalium, sodium, magnesium, zat besi, dan zinc.

Selain itu, dijelaskan dalam hasil penelitian Silalahi, M. (2018) dengan judul “Physalis peruviana: Food and Its Bioactivity” ciplukan bermanfaat untuk mengatasi beberapa penyakit karena mengandung senyawa anti diabetes mellitus, anti kanker, antioksidan, dan anti bakteri.

Ekstrak ciplukan mengandung senyawa yang mampu menurunkan kadar gula darah, namun harus tetap diperhatikan karena dapat bersifat toksik jika konsentrasi terlalu tinggi. Senyawa 4bHWE mampu mengganggu dan menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru. Senyawa fenolik pada buah dapat mencegah stres oksidatif yang akan menimbulkan penyakit kardiovaskular dan kanker. Ekstrak daun tanaman ciplukan mengandung senyawa anti bakteri patogen penyebab penyakit.

Di luar negeri, masyarakatnya sudah melek akan khasiat dari golden berry sehingga dihargai tinggi. Pada platform penjualan online Alibaba, untuk golden berry segar seberat 500 gram dihargai 9 USD atau sekitar Rp 161.415 (kurs saat ini Rp 17.935). Sedangkan pada platform Amazon, golden berry segar dihargai 28,87 USD atau sekitar Rp 517.783 untuk 300 gram.

a) Selai golden berry. Sumber: binus.ac.id) Golden berry kering. Sumber: Grand Turkish Bazaar

Dengan manfaat dan kondisi pasar tersebut, peluang untuk budidaya ciplukan sangat besar dan menguntungkan untuk meningkatkan perekonomian mandiri serta defisit negara. Kemudian untuk meningkatkan nilai tambah produk, dapat dibuat produk olahan seperti selai dan buah kering.