Konten dari Pengguna

Kenali Lebih Dalam SDGs: Tujuan, Implementasi, hingga Praktiknya di Indonesia

Isna Nafi Ammri

Isna Nafi Ammri

Mahasiswa Program Studi Manajemen Aset Publik di PKN STAN

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Isna Nafi Ammri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tujuan SDGs & Implementasinya

Berdasarkan Agenda 30, SDGs mengangkat prinsip leave no one behind dan berfokus pada bidang-bidang yang dianggap penting bagi umat manusia, yaitu people, planet, prosperity, peace, dan partnership. Terkait people, dilakukan upaya untuk mengakhiri kemiskinan dan kelaparan dalam segala bentuk dan dimensinya. Terkait planet, upaya ditujukan untuk melindungi planet dari kerusakan melalui konsumsi dan dan produksi yang berkelanjutan, pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, dan tindakan cepat tanggap terhadap perubahan iklim sehingga dapat memenuhi kebutuhan generasi sekarang dan mendatang. Terkait prosperity, dilakukan upaya untuk memastikan semua manusia dapat menikmati kehidupan yang sejahtera serta kemajuan ekonomi, sosial, dan teknologi terjadi selaras dengan alam. Terkait peace, upaya ditujukan untuk membina masyarakat yang damai, adil, dan inklusif yang bebas dari rasa takut dan kekerasan. Terkait partnership, dilakukan upaya mobilisasi sarana yang diperlukan untuk melaksanakan agenda ini melalui kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan yang direvitalisasi dengan partisipasi semua negara, semua pemangku kepentingan, dan semua orang. Fokus ini dituangkan dalam 17 SDGs yang dapat dilihat pada gambar berikut.

Sumber 17 Tujuan SDGs: https://www.un.org/sustainabledevelopment/news/communications-material/
zoom-in-whitePerbesar
Sumber 17 Tujuan SDGs: https://www.un.org/sustainabledevelopment/news/communications-material/

Tidak semata-mata hanya menetapkan tujuan, PBB juga senantiasa memantau perkembangan dan kemajuan dari implementasi SDGs. Setiap tahunnya, Sekretaris Jenderal akan menyajikan SDG Progress Report yang memberikan gambaran global tentang kemajuan implementasi SDGs yang telah dicapai sejak 2015. Berdasarkan The Sustainable Development Goals Report 2025, kemajuan SDGs dinilai masih jauh dari tujuan Agenda 2030. Jika ditinjau dari 139 target, hanya 18% yang berkembang sesuai harapan untuk dicapai pada tahun 2030. Dengan kata lain, jika dilihat berdasarkan kondisi tahun 2025, hanya 18% target SDGs yang dapat dicapai di tahun 2030 nanti. Sementara itu, 82% target menunjukkan kemajuan moderat hingga mengalami kemunduran di bawah tingkat dasar, yaitu tahun 2015. Sementara itu, jika dirinci berdasarkan tujuannya, berikut adalah hasil penilaian kemajuan 17 SDGs berdasarkan targetnya.

Sumber Penilaian Progres 17 Tujuan SDGs Tahun 2025: https://unstats.un.org/sdgs/report/2025/The-Sustainable-Development-Goals-Report-2025.pdf

Melalui penilaian atas 17 SDGs dalam laporan ini, seluruh pihak dapat memantau progres capaian SDGs sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi. Dengan demikian, seluruh pihak diharapkan mau dan mampu berkontribusi dalam program-program terkait untuk mencapai SDGs di tahun 2030.

Praktik SDGs di Indonesia

Sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan internasional yang berkelanjutan, Indonesia turut serta dalam program Agenda 2030 melalui SDGs yang dicetuskan oleh PBB. Bentuk komitmen ini dapat dilihat melalui berbagai langkah yang diambil pemerintah, seperti pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs. Berdasarkan laman sdg2030indonesia.org, anggota koalisi tersebut diantaranya adalah organisasi International NGO Forum on Indonesian Development, Koalisi Perempuan Indonesia, Migrant Care, Organisasi Handicap Nusantara (OHANA), dan Yayasan Kesehatan Perempuan. Bersama koalisi tersebut, pemerintah berhasil merumuskan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kebijakan ini menunjukkan komitmen agar pelaksanaan dan pencapaian SDGs dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pihak. Berdasarkan perpres tersebut, terdapat mandat kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membuat peta jalan SDGs Indonesia mulai tahun 2017-2030 dan Rencana Aksi Nasional (RAN) yang memuat program dan rencana kerja lima tahunan. Berdasarkan peta jalan dan RAN, laporan pelaksanaan pencapaian TPB akan dibuat setiap tahun untuk memperlihatkan capaian pelaksanaan TPB secara lebih komprehensif. Tidak hanya itu, pemerintah pusat juga melibatkan peran serta daerah melalui mandat untuk membentuk Rencana Aksi Daerah (RAD) yang memuat rencana kerja lima tahunan di tingkat provinsi.

SDGs dibentuk pada tahun 2015 dan dirancang tercapai pada tahun 2030. Sementara itu, secara formal Indonesia mulai mengadopsi SDGs pada tahun 2017. Jika melihat tujuan-tujuan yang ditetapkan dan rentang waktu rencana pencapaian, bisa dikatakan SDGs termasuk program yang ambisius. Oleh karena itu, perlu peran serta seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pembiayaan, pemantauan, dan evaluasi pencapaian SDGs. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah terbatasnya sumber daya yang dimiliki sehingga penyusunan prioritas atas tujuan dan target dalam SDGs berdasarkan tingkat urgensinya. Pada peta jalan SDGs Indonesia, isu-isu yang menjadi prioritas adalah kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, infrastruktur, layanan ekosistem dan biodiversitas, serta pembiayaan administrasi pemerintahan. Sebagai contoh, berdasarkan peta jalan pada tujuan SDGs yang kedua, yaitu menghapus kelaparan, salah satu target di tahun 2030 adalah penurunan angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan ke angka 3,60%. Berbagai upaya yang dirancang untuk mencapai target tersebut meliputi penguatan produksi domestik tanaman prioritas, pengelolaan cadangan pangan nasional, pemantapan pasokan komoditas pangan dan harga bahan makanan pokok, serta mitigasi dampak perubahan iklim.

Rencana implementasi SDGs juga dituangkan dalam RAN. Berdasarkan RAN 2021-2024, terdapat 124 target diarusutamakan dari total 169 target global. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan target yang diarusutamkan pada RAN 2015-2019, yaitu 94 target. Target-target tersebut dikelompokkan ke dalam empat pilar pembangunan SDGs, yaitu sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola. Dari 124 target tersebut, terdapat 287 indikator SDGs. Berdasarkan publikasi terbaru, yaitu Laporan Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2023 oleh Bappenas, seluruh pilar pembangunan SDGs menunjukkan kemajuan yang baik dalam pencapaian target tahun 2022, terutama pada pilar pembangunan lingkungan. Secara lebih lanjut, capaian indikator SDGs tahun 2022 berdasarkan 224 indikator yang datanya tersedia, dapat dilihat pada gambar berikut.

Sumber Capaian Indikator SDGs Indonesia Tahun 2022: Laporan Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2023

Daftar Pustaka:

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (n.d.). Peta Jalan SDGs Indonesia. https://drive.google.com/file/d/1nxq2wr292ocy3l55zS6itbNvYUm3IKym/view

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2023). LAPORAN PELAKSANAAN PENCAPAIAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN/ SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (TPB/SDGs) TAHUN 2023. https://sdgs.bappenas.go.id/website/wp-content/uploads/2023/11/Laporan-tahunan-SDGs-2023.pdf?

United Nations. (2015). TRANSFORMING OUR WORLD: THE 2030 AGENDA FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT. https://sustainabledevelopment.un.org/content/documents/21252030%20Agenda%20for%20Sustainable%20Development%20web.pdf

United Nations. (2025). The Sustainable Development Goals Report

2025. https://s3.amazonaws.com/sustainabledevelopment.report/2025/sustainable-development-report-2025.pdf