Konten dari Pengguna

KKN Undip Manfaatkan Limbah Dapur untuk Pembuatan Pestisida Nabati

Nurul Purwita

Nurul Purwita

Mahasiswi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Undip

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Nurul Purwita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Temanggung – (28/07/2024)

Di Desa Mento, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, kelompok tani umumnya menanam berbagai jenis tanaman, termasuk cabai dan kopi. Namun, mereka menghadapi masalah dengan hama seperti semut, ulat daun, dan serangga lainnya. Selain itu, penggunaan pestisida kimiawi dapat menyebabkan pencemaran tanah, air, dan udara, serta mengganggu keseimbangan ekosistem dengan membunuh organisme non-target, termasuk predator alami dan mikroorganisme tanah. Untuk mengatasi masalah ini, diberikan solusi berupa pestisida nabati berbahan dasar limbah dapur sebagai alternatif, yakni berbahan dasar kulit bawang dan cabai.

Pestisida dari kulit bawang mengandung flavonoid, saponin, dan sulfur sehingga dapat mengganggu pernafasan hama. Pestisida ini dapat membantu mengurangi resistensi hama dan patogen terhadap pengendalian yang digunakan dibanding pestisida sintetis. Sementara itu, cabai mengandung capsaicin yang dapat mengakibatkan iritasi pada sistem pernapasan dan saluran pencernaan hama, serta mengganggu aktivitas makan mereka. Kedua bahan ini efektif dalam mengatasi kutu daun, ulat, jamur, dan semut.

Leaflet Pestisida Nabati. Sumber: Nurul Purwita (KKN Tim II Undip 2023/2024)

Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan mengenai pentingnya beralih ke produk organik dan bahaya penggunaan pestisida kimia dalam jangka panjang di Dusun Mentoroto, Desa Mento. Selanjutnya, dilakukan demonstrasi pembuatan pestisida nabati: kulit bawang dicampurkan dengan air dalam botol, ditutup rapat, dan dibiarkan selama minimal satu hari pada wadah gelap. Kemudian untuk pestisida cabai, cabai direbus dalam air mendidih, airnya diambil, dan dituangkan ke dalam botol semprot. Kedua jenis pestisida ini kemudian diberi tambahan sedikit sabun cuci piring agar dapat menempel pada daun.

Demonstrasi pembuatan pestisida nabati. Sumber: Dokumentasi Nurul Purwita (KKN TIM II UNDIP 2023/2024)

Salah satu kelompok tani, Bapak Mariyanto, mengungkapkan bahwa pestisida nabati ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan, sehingga dapat diaplikasikan secara efektif. Diharapkan, kelompok tani dapat memanfaatkan limbah dapur dalam pembuatan pestisida nabati, sehingga mereka dapat mengurangi biaya perawatan tanaman dan mendukung keberlanjutan ekosistem dengan cara yang lebih aman.