Konten dari Pengguna

Jangan Meremehkan Oksigen

Sayyid Muhsin Albaar

Sayyid Muhsin Albaar

Pelajar bernama lengkap Sayyid Muhsin Albaar, Tempat lahir Ternate, 28 Januari 2002, ia adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ia seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Akuntansi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sayyid Muhsin Albaar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.istockphoto.com/vector/oxygen-and-ozone-molecule-models-and-chemical-formulas-gm1046497114-279987844
zoom-in-whitePerbesar
https://www.istockphoto.com/vector/oxygen-and-ozone-molecule-models-and-chemical-formulas-gm1046497114-279987844

Seperti yang kita ketahui bahwa oksigen (O2) adalah zat yang paling dibutuhkan di muka bumi. Oksigen adalah gas yang tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur yang paling melimpah ketiga di alam semesta. Lalu, bagaimana jika oksigen lenyap selama 5 detik?

Banyak orang yang mungkin berpikir bahwa jika tidak ada oksigen selama 5 detik mereka bisa menahan nafas mereka, karena 5 detik itu adalah waktu yang sangatlah singkat. Namun tidak demikian, karena jika oksigen lenyap selama 5 detik, maka dunia kita akan hancur. Tanpa oksigen langit kita akan menjadi gelap, karena oksigen itu berfungsi untuk menyebarkan cahaya matahari, tanpa oksigen langit tidak akan biru lagi. Lalu, jika semua atom oksigen itu hilang, lapisan pelindung ozon (O3) juga akan ikut hilang, jika lapisan ozon hilang, maka sinar matahari yang masuk tidak akan tersaring, jika itu terjadi maka kulit kita akan terbakar, mata kita rusak, bisa menimbulkan ancaman kanker yang sangat bahaya dan tekanan di udara juga akan turun jauh yang dimana hasilnya akan mirip seperti telinga yang tidak nyaman ketika naik pesawat, tapi ini jauh lebih parah karena bisa membuat gendang telinga pecah.

Dan tentunya tidak berhenti di situ, karena tanpa oksigen mesin pembakaran tidak akan bisa menyala, tentunya hampir semua kendaraan akan mogok seketika dan dapat menyebabkan kecelakaan, contohnya orang-orang yang ada di pesawat mungkin berpotensi tidak selamat. Dan oksigen juga menjadi unsur yang mempengaruhi molekul beton, maka segala macam bangunan akan runtuh, rumah, jembatan dan gedung-gedung tinggi akan hancur.

Tanpa oksigen juga semua air akan menguap menjadi gas, dari genangan air depan rumah, sungai, danau serta besarnya air laut yang mengisi 70% permukaan bumi juga akan menghilang. Dan mungkin kita sudah bisa menebak bahwa tubuh manusia yang kebanyakan isinya air juga akan memudar. Dan puncaknya, semua kengerian itu akan ditutup oleh lapisan bumi yang hampir setengahnya tersusun atas oksigen akan hancur ke dalam, dan itu menyebabkan semua yang ada di permukaan bumi akan tertelan ke dalamnya. Dan ketika 5 detik kemudian oksigen kembali, semuanya sudah terlambat. Efeknya sudah seperti kiamat.

Pernah tidak, kalian membayangkan jika oksigen tidak ada selama bertahun-tahun? Fakta mengejutkannya, sebenarnya itu pernah terjadi. Ketika bumi baru terbentuk, atmosfer planet bumi hampir tidak ada oksigen, alias tidak sebanyak sekarang. Pada saat bumi berumur sekitar 2 miliar tahun, berkat makhluk yang bernama Sianobakteria, akhirnya oksigen menjadi berlimpah sampai sekarang. Tapi ada kabar buruknya, penelitian juga menunjukkan bahwa oksigen di udara akan hilang di masa depan tepatnya sekitar 1 miliar tahun dari sekarang (artikel ini dibuat), ketika matahari akan menua dan membesar, pada akhirnya bumi akan terasa sangat panas dan kita akan merasa seperti dipanggang.

Jadi itu dia dampak lenyapnya oksigen selama 5 detik, jadi kita tidak boleh meremehkan zat satu ini. walaupun kita tidak merasakannya, tidak menciumnya dan tidak melihatnya, namun oksigen sangat berperan penting di dunia ini. maka dari itu mari kita menjaga agar oksigen di bumi kita tidak menghilang, dengan cara menjaga tumbuhan-tumbuhan hijau, membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi asap. Dengan demikian bumi kita akan terjaga dan oksigen tidak akan menurun kedepannya.