Dorong Komunikasi Asertif, Mahasiswa PPL UNNES Hadirkan Media Interaktif

Mahasiswa S1 Bimbingan dan Konseling
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Nadia Anggun Saffitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Semarang – Upaya peningkatan kualitas layanan bimbingan dan konseling di sekolah kembali mendapat sentuhan kreatif dari mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES). Pada kegiatan Lantip Angkatan 5, salah satu mahasiswa PPL Bimbingan dan Konseling, Nadia Anggun Saffitri, menciptakan sebuah media layanan interaktif yang bertujuan mendukung pengembangan keterampilan komunikasi asertif peserta didik.
Media layanan interaktif yang dikembangkan Nadia hadir sebagai inovasi untuk menjawab kebutuhan siswa dalam memahami dan mempraktikkan komunikasi yang sehat, terbuka, dan percaya diri. Dalam proses bimbingan, seringkali siswa mengalami kesulitan untuk menyampaikan perasaan maupun pendapat dengan tepat. Melalui media ini, peserta didik dibimbing untuk mengenali situasi sosial, memahami cara mengekspresikan diri, serta belajar menghargai orang lain tanpa harus menekan keinginan pribadi.
Deskripsi Karya: Ular Tangga Assertive Training
Media layanan Ular Tangga Asertif Training merupakan inovasi kreatif yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan komunikasi asertif peserta didik melalui pendekatan permainan edukatif. Media ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga mengintegrasikan unsur pembelajaran aktif yang mendorong keterlibatan penuh siswa dalam memahami dan mempraktikkan komunikasi asertif.
Dalam pelaksanaannya, setiap kali peserta didik berhenti pada blok tertentu, mereka akan dihadapkan pada tantangan berupa role playing yang merepresentasikan situasi komunikasi nyata. Melalui tantangan ini, siswa berlatih mengekspresikan pendapat, menolak ajakan yang tidak sesuai, maupun menyampaikan perasaan dengan cara yang tegas namun tetap menghargai orang lain.
Menurut Nadia, pengembangan media layanan interaktif ini berangkat dari keprihatinan terhadap kurangnya pemahaman siswa mengenai cara berkomunikasi yang tepat. “Banyak siswa yang cenderung diam ketika tidak setuju, ada juga yang terlalu agresif saat menyampaikan pendapat. Media ini saya rancang agar mereka bisa belajar menemukan keseimbangan, yaitu berani menyampaikan pendapat dengan tetap menghargai orang lain,” ungkapnya.
Manfaat Karya
Manfaat dari karya ini dirasakan tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi guru Bimbingan dan Konseling. Bagi siswa, media ini memberikan kesempatan untuk melatih keterampilan komunikasi asertif yang sangat dibutuhkan dalam pergaulan sehari-hari, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Sementara bagi guru BK, media ini menjadi alternatif inovatif untuk menyampaikan layanan dengan cara yang lebih kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Karya inovatif mahasiswa PPL ini diharapkan dapat menginspirasi rekan mahasiswa lain untuk terus berinovasi dalam bidang bimbingan dan konseling. Melalui langkah kecil seperti ini, Unnes meneguhkan komitmennya dalam mencetak calon pendidik yang tidak hanya berkompeten, tetapi juga adaptif dan kreatif dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan.
