Konten dari Pengguna

Hubungan Keluarga yang Sehat Memicu Pembentukan Karakter Anggota Keluarga

Deajeng Nirawan

Deajeng Nirawan

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Deajeng Nirawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Halal Bihalal Keluarga Besar. Foto: Milik Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Halal Bihalal Keluarga Besar. Foto: Milik Pribadi

Banyak sekali orang di luar sana menganggap sepele arti dari keluarga. Padahal, hal yang dianggap sepele itu justru sangat penting bagi proses pembentukan karakter pada diri kita. Jika kebanyakan orang berpikir bahwa karakter anak terbentuk saat sekolah itu adalah pernyataan yang salah. Pembentukan karakter seorang anak akan dimulai dari lingkungan keluarganya.

Foto: Milik Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Milik Pribadi

"Setiap 1 bulan sekali, usahakan untuk meluangkan waktu kumpul dengan keluarga, entah hanya sekadar makan-makan atau ngobrol-ngobrol saja," kata seorang Kakek saat sedang berkumpul dengan keluarganya.

Hubungan keluarga yang sehat dapat tercipta dengan cara melakukan pendekatan antara anggota keluarga. Salah satunya seperti memperbanyak interaksi.

"Ciri keluarga yang sehat itu saling sharing, saling bertukar pikiran, kemudian berbagi pandangan," ujar Dhestina Religia Mujahidah, S.Psi, M.A., M.M. di akun Youtube Emak Bangsa.

Foto: Milik Pribadi

Dari hal-hal tersebut akan terbentuk karakter di dalam diri masing-masing anggota keluarga. Jika hal tersebut tidak pernah diterapkan, bagaimana karakter yang terbentuk di dalam diri anggota keluarga tersebut?