Konten dari Pengguna

Praktikkum Sel Volta Menggunakan Nanas

Lailatuz Zumaroh Itsnain

Lailatuz Zumaroh Itsnain

Mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi Angkatan 2022 Institut Teknologi Telkom Purwokerto

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Lailatuz Zumaroh Itsnain tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cover (Dokumen Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Cover (Dokumen Pribadi)

Sel volta atau dikenal sebagai sel galvani, adalah jenis sel elektrokimia yang menghasilkan listrik melalui reaksi redoks (oksidasi-reduksi) antara dua logam yang berbeda dalam larutan elektrolit. Sel volta terdiri dari dua elektroda, yaitu logam-logam yang berbeda, yang direndam dalam larutan elektrolit. Salah satu logam berperan sebagai anoda (elektroda negatif), sedangkan logam lainnya berperan sebagai katoda (elektroda positif). Antara kedua elektroda ini terdapat kontak konduktif yang memungkinkan aliran elektron.

Buah nanas dapat menjadi bahan yang menarik untuk praktikum sel volta karena mengandung asam yang dapat berfungsi sebagai elektrolit alami. Berikut adalah langkah-langkah praktikum sel volta menggunakan buah nanas:

Alat dan Bahan Praktikkum (Dokumen Pribadi)

Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:

Paku berukuran kecil, kabel dan capit buaya yang sudah dihubungkan, koin, lampu LED kecil, dan tentunya buah nanas.

Rangakaian Kabel pada Nanas (Dokumen Pribadi)

Langkah-langkah:

  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

  2. Potong buah nanas menjadi empat bagian.

  3. Koin tembaga dan paku sebagai elektoda, lalu tancapkan keduanya ke setiap potongan nanas dengan urutan yang sama.

  4. Hubungkan koin tembaga dengan paku yang berada pada nanas yang berbeda dan juga ke lampu LED.

  5. Setelah semua kabel terhubung, amati lampu dan lampu akan menyala.

Penjelasan:

Buah nanas mengandung asam sitrat yang berfungsi sebagai elektrolit alami. Reaksi redoks terjadi antara elektroda koin tembaga dan paku seng dengan asam sitrat dalam buah nanas. Proses ini menghasilkan aliran elektron dari paku seng (anoda) ke koin tembaga (katoda) melalui kabel penghubung, menciptakan.

Pada saat sel volta diaktifkan, reaksi redoks terjadi di dalam larutan elektrolit. Logam yang berperan sebagai anoda mengalami oksidasi, melepaskan elektron dan menjadi ion positif (kation). Elektron-elektron yang terlepas kemudian mengalir melalui kabel penghubung dari anoda ke katoda. Di sisi lain, di katoda, ion positif dalam larutan elektrolit menerima elektron dan mengalami reduksi, membentuk logam atau senyawa yang kurang reaktif.

Aliran elektron yang mengalir melalui kabel penghubung ini menciptakan arus listrik yang dapat digunakan untuk menghidupkan alat-alat elektronik, seperti lampu, kalkulator, atau perangkat lainnya.