Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Lingkungan Keluarga Positif : Strategi Meningkatkan Hasil Belajar Matematika
29 Maret 2025 15:19 WIB
·
waktu baca 5 menitTulisan dari SITI NOR AZIZAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Pendidikan menjadi salah satu komponen yang sangat berperan penting bagi kehidupan manusia serta dalam menentukan nasib suatu bangsa. Pemerintah terus mengupayakan keberhasilan dalam bidang Pendidikan karena Pendidikan menjadi pondasi yang kuat bagi perkembangan zaman negara
ADVERTISEMENT
Menurut (Trianah & Sahertian, 2020) Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang didapatkan oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan belajar. Hasil belajar dapat berupa keterampilan intelektual, informasi verbal, sikap, strategi kognitif serta keterampilan motorik. Hasil belajar meliputi 3 (tiga) ranah yaitu kognitif, efektif dan psikomotor (Iqbal, 2018). Ranah kognitif merupakan ranah yang paling sering dinilai oleh guru yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran termasuk hasil belajar mata pelajaran matematika.
Tinggi atau rendahnya hasil belajar yang diperoleh peserta didik merupakan indicator keberhasilan suatu Pendidikan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rahayu, 2016 yang menyatakan bahwa kualitas Pendidikan ditentukan oleh tinggi rendahnya hasil belajar. Penerapan proses belajar mengajar yang efisien dan efektif dapat mencapai kualitas Pendidikan yang bermutu.
ADVERTISEMENT
Menurut (Slameto,2003) hasil belajar yang diperoleh peserta didik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara garis besar, proses belajar dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi jasmani peserta didik, kecerdasan, motivasi, minat, sikap dan bakat. Faktor eksternal meliputi lingkungan sekitar seperti teman sekolah, teman sepermainan, tetangga, guru, fasilitas belajar, serta keluarga.
Lingkungan keluarga menjadi faktor yang sangat mempengaruhi terhadap hasil belajar peserta didik. Lingkungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak, termasuk dalam hal pembelajaran dan pencapaian akademik. Pembelajaran matematika, yang sering dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang paling menantang, tidak hanya bergantung pada kecerdasan bawaan siswa, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi dan lingkungan di mana anak tersebut dibesarkan.
ADVERTISEMENT
Hal ini sejalan dengan pendapat Kaukab dalam (Jayanti et al., 2022):
Pernyataan tersebut berarti bahwa keterlibatan orang tua dalam segala aspek selalu membawa manfaat bagi anak karena mereka memiliki perhatian yang paling besar di antara semua pemegang kepentingan Pendidikan.
Mengapa Lingkungan Keluarga?
Keberhasilan yang dicapai oleh peserta didik dalam belajar tidak hanya melalui mutu institusi Pendidikan, melainkan juga memperlihatkan keberhasilan keluarga. Seperti yang dikemukakan oleh Purbianto dan Rustiana (2018: 357) bahwa orang tua yang tidak menjalin hubungan yang baik dengan anaknya seperti tidak pernah menanyakan perkembangan belajar anak di sekolah kepada guru serta menyerahkan sepenuhnya pendidikan siswa kepada pihak sekolah tentu akan berpengaruh pada hasil belajar yang diperoleh siswa
ADVERTISEMENT
Seorang anak akan memiliki sebuah karakter atau pola pikir sesuai dengan lingkungan keluarganya atau sesuai dengan apa yang diajarkan oleh keluarganya selama di rumah. Keluarga merupakan lingkungan yang utama karena sejak kecil seorang anak diasuh oleh orang tuannya mulai dari seorang anak belajar bicara, belajar berjalan sehingga belajar bergaul dengan lingkungan yang lain. Keluarga terutama orang tua yang mengajarkan pendidikan tersebut dengan durasi waktu yang cukup lama dalam sehari-hari
Apa Saja Faktor Keberhasilan Anak dari Lingkungan Keluarga?
Slameto (2018,60) menyatakan bahwa beberapa faktor lingkungan keluarga yang mempengaruhi hasil belajar anak, meliputi :
1) Cara orang tua mendidik,
2) Relasi antar anggota keluarga,
3) Suasana Rumah,
4) Keadaan ekonomi keluarga
5) Pengertian orang tua, dan
ADVERTISEMENT
6) Latar belakang kebudayaan
Motivasi belajar juga merupakan faktor pendorong hasil belajar siswa karena motivasi belajar itu sendiri mental yang mendorong terjadinya belajar. Menurut Dimyati dan Mudjiono dalam (Ociria et al., 2022) motivasi terkandung adanya keinginan mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar.
Orang tua sebagai pendidik utama harus memperhatikan perkembangan pribadi anak. Perhatian ini penting untuk menentukan perlakuan pendidikan yang sesuai dengan usia dan kemampuan berpikir anak. Motivasi dari orang tua dapat membantu anak merasa percaya diri dan termotivasi untuk mencapai kesuksesan akademik.
Hal yang Dapat Keluarga Lakukan dalam Membantu Belajar Anak:
1) Menanamkan nilai-nilai disiplin
2) Memberikan stimulasi yang membangkitkan minat belajar
3) Memberikan perhatian dan fasilitas yang memadai bagi anak untuk belajar
ADVERTISEMENT
4) Membantu pemahaman siswa mengenai materi yang sudah disampaikan oleh guru
5) Mendampingi perkembangan anaknya dalam pendidikannya yang meliputi hambatan atau kesulitan belajar
Lingkungan keluarga yang positif memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan anak dalam belajar matematika.
Dengan menyediakan dukungan emosional, menciptakan rutinitas belajar yang terstruktur, serta melibatkan anak dalam kegiatan yang menyenangkan, orang tua dapat membantu anak mengatasi kesulitan dalam matematika dan mencapai prestasi yang lebih baik. Kolaborasi antara orang tua, guru, dan anak juga sangat penting untuk memastikan bahwa strategi-strategi yang diterapkan efektif dan dapat mengatasi tantangan pembelajaran.
REFERENSI
Iqbal, M. (2018). Optimalisasi Ranah Afektif Melalui Pendidikan Kisah Islami. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 6(2), 233. https://doi.org/10.21043/thufula.v6i2.4765
ADVERTISEMENT
Jayanti, M., Wahyudi, & Ngatman. (2022). Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Hubungan Antara Lingkungan Keluarga dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SDN se-Kecamatan Prembun Tahun Ajaran 2020/2021. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 10(1), 20–26.
Ociria, Junaidi, I. A., & Suryani. (2022). Hubungan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Rambai. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4(6), 12494–12499.
Purbiyanto dan Rustiana. 2018. Pengaruh Disiplin Belajar, Lingkungan Keluarga, dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa. Economic Education Analysis Journal. Volume 7 Nomor 1 (2018).Hal. 341-361
Rahayu, S. (2016). Hubungan Lingkungan Keluarga Terhadap Hasil Belajar Sosiologi Di SMA Negeri 16 Padang. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 5(1), 50–59. https://doi.org/10.22202/mamangan.v5i1.1929
ADVERTISEMENT
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Slameto. (2018). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Trianah, & Sahertian, P. (2020). Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sosial dan Pergaulan Teman Sebaya terhadap Hasil Belajar. Jurnal Penelitian Dan Pendidikan IPS, 14(1), 7–14. https://doi.org/10.21067/jppi.v14i1.4765