Minat Baca di Indonesia Rendah, Kenapa?

Nur Elys Aprilianti
Nur elys aprilianti Mahasiswa dari universitas muhammadiyah malang
Konten dari Pengguna
9 Januari 2023 18:58 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Nur Elys Aprilianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi anak baca buku Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak baca buku Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menurut beberapa artikel dan beberapa survei minat baca di negara Indonesia sangat rendah. Mengapa hal demikian terjadi? Salah satu yang membuat minat baca di Indonesia rendah yaitu, penggunaan smartphone yang kurang tepat dan kebiasaan membaca yang tidak dilatih sejak dini. Selain itu, masyarakat yang belum bisa membaca juga menjadi salah satu faktor yang membuat minat membaca di Indonesia rendah.
ADVERTISEMENT
Penggunaan smartphone yang sekarang sangat dibutuhkan masyarakat nampaknya memiliki dampak terhadap rendahnya minat membaca di Indonesia. Penggunaan smartphone yang baik dan bijak seharusnya bisa memiliki dampak positif bukan malah sebaliknya. Penggunaan smartphone sekarang ini terkadang banyak yang tidak tepat penggunanya, mengapa bisa dikatakan demikian?
Hal ini disebabkan banyak anak-anak usia dini yang bahkan sepertinya belum terlalu membutuhkan smartphone akan tetapi, para orang tua justru memberikan smartphone pada anak-anak mereka. Alih-alih membiasakan anak-anak belajar membaca justru para orang tua membiasakan anak-anak mereka bermain smartphone. Hal ini tentunya sangat berdampak pada kebiasaan anak dan akan terbawa sampai dewasa. Anak-anak akan kecanduan untuk bermain smartphone dan sulit untuk membaca buku.
Selain smartphone hal yang paling krusial sebagai penyebab rendahnya minat baca di Indonesia yaitu faktor yang pertama, kelainan genetik (Buta huruf). Kelainan genetik ini tidak bisa dengan mudah diatasi perlu kesabaran untuk mengajar mereka untuk membaca dan mengenal huruf. Faktor yang kedua yaitu, antara guru di sekolah dan orang tua tidak ada kerja sama yang baik mengapa dikatakan demikian? Guru mereka di sekolah tidak bisa mengajarkan anak membaca secara maksimal dikarenakan keterbatasan waktu dan jumlah siswa yang banyak sehingga guru tidak bisa hanya memusatkan perhatian kepada satu orang anak saja.
ADVERTISEMENT
Seharusnya di rumah anak lebih diajarkan lagi membaca oleh orang tua mereka. Akan tetapi, karena kesibukan orang tua dalam bekerja menyebabkan para orang tua kurang memperhatikan perkembangan membaca anak dan hanya mengandalkan guru di sekolah yang menjadikan guru dalam mengajari anak di sekolah. Faktor yang ketiga yaitu, metode belajar guru yang mungkin tidak sesuai dengan metode belajar anak. Setiap anak memiliki metode belajar yang berbeda dan seorang guru dituntut untuk mengetahui bagaimana karakteristik kepribadian setiap anak, sehingga bisa menerapkan metode pembelajaran yang sesuai. Hal ini tentunya sangat sulit dilakukan mengingat dalam satu kelas terdiri dari beberapa anak yang pastinya setiap anak memiliki metode belajar yang berbeda.
Anak-anak dengan usia dini 3-12 tahun merupakan masa-masa pertumbuhan yang paling bagus untuk diajarkan kebiasaan membaca. Para orang tua bisa membiasakan pada diri anak agar dalam 1 hari anak membaca buku. Walaupun pada usia 3-5 tahun anak belum bisa membaca tetapi para orang tua bisa menuntun anak dan menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.
ADVERTISEMENT
Hal ini dilakukan agar dalam otak anak tertanam mindset bahwa dalam 1 hari setidaknya mereka haruslah sekali membaca buku. Cara tersebut bisa dilakukan oleh para orang tua dirumah untuk membangun kebiasaan membaca. Di sekolah para guru juga bisa menciptakan berbagai program untuk meningkatkan minat membaca anak seperti membuat perpustakaan mini di pojok kelas, mengadakan kegiatan membaca selama 30 menit sebelum dimulai pelajaran dan mendiskusikan apa yang mereka baca, ataupun sekolah bisa membuat pohon literasi. Usaha-usaha tersebut bisa dilakukan untuk meningkatkan minat membaca anak.
Selain orang tua dan para guru di sekolah, campur tangan dari pemerintah sangat diperlukan untuk meningkatkan minat baca di Indonesia dan sejauh ini program-program yang pemerintah jalankan seperti program gerakan literasi nasional yang dirancang pada tahun 2018 belum menunjukkan hasil yang maksimal terhadap peningkatan minat baca di Indonesia. Pemerintah perlu mengadakan program-program yang lebih intensif lagi untuk bisa meningkatkan minat baca di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Nur Elys Aprilianti_Universitas Muhammadiyah Malang_Prodi akuntansi