Konten dari Pengguna

Dokter Hewan Diremehkan, Padahal Mereka Penjaga Kesehatan Masyarakat

Stevanny Iwan

Stevanny Iwan

Mahasiswa Kedokteran Hewan Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Stevanny Iwan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

                    Gambar 01. Dokter Hewan Memeriksa Kucing (sumber: freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 01. Dokter Hewan Memeriksa Kucing (sumber: freepik)

Benarkah dokter hewan hanya sebatas mengobati hewan kesayangan? Profesi ini sering dipersempit “dokter kucing”. Komentar seperti “cuma mengobati anabul” atau “kerjanya enak, sekedar lucu-lucuan saja” muncul seolah profesi ini hanya berurusan dengan hewan peliharaan. Karena itu, profesi ini juga tak jarang diremehkan dan dianggap tak sebanding dengan dokter lainnya.

Ironinya, di Indonesia dokter hewan tidak berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan, tetapi di bawah naungan Kementerian Pertanian. Hal tersebut semakin memperkuat stereotip mengenai dokter hewan yang hanya berurusan dengan hewan peliharaan atau peternakan. Padahal, kompetensi mereka jauh melampaui dari itu karena memiliki peran vital terhadap kesehatan masyarakat, seperti:

1. Pengendalian Zoonosis

Menurut World Health Organization, lebih dari 60% penyakit infeksi berasal dari zoonosis. Contohnya, rabies, flu burung hingga COVID-19. Dalam konteks ini, dokter hewan berperan untuk memutus rantai penularan penyakit sehingga lebih mudah dikendalikan.

2. Keamanan Pangan

Dengan menjaga kesehatan hewan sebagai sumber pangan, seperti daging, susu, dan telur. Dokter hewan berperan untuk menegakkan standar keamanan pangan sehingga aman dikonsumsi ketika sampai di tangan masyarakat.

3. Industri Biomedis

Industri biomedis mencakup pembuatan obat, vaksin, laboratorium kesehatan, dan riset. Fakta uniknya, salah satu penemu vaksin merah putih ialah seorang dokter hewan, yakni Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam, drh. yang menjabat sebagai ketua tim peneliti Vaksin Merah Putih.

4. One Health

Konsep One Health menekankan pada terciptanya interaksi harmonis antara hewan, manusia, dan lingkungan. Dalam terciptanya konsep tersebut, dokter hewan memainkan peran penting melalui pencegahan zoonosis, keamanan pangan, dan riset biomedis.

Penutup

Akar masalah fenomena ini berpusat pada minimnya pemahaman publik akan posisi dokter hewan serta ketidakjelasan posisi dokter hewan di sistem nasional. Posisi dokter hewan yang masih “abu-abu” dapat berdampak pada pengawasan pangan yang lemah dan ketidaksiagaan dalam menghadapi wabah zoonosis di masa depan. Bahkan, minat penerus bangsa terhadap profesi ini juga dapat menurun, karena siapa yang ingin menjadi seorang yang terus diremehkan?

Oleh karena itu, sudah saatnya kita menyadari bahwa kesehatan manusia tak hanya soal manusia itu sendiri, tetapi juga soal hewan dan lingkungannya. Menempatkan profesi dokter hewan pada posisi yang selayaknya merupakan langkah penting agar bangsa ini lebih siap menghadapi ancaman penyakit di masa depan. Demi keselamatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan.

Daftar Pustaka

Universitas Airlangga. (2022). Prof Fedik pastikan Vaksin Merah Putih dapat menangkap varian virus terbaru. UNAIR NEWS. https://unair.ac.id/prof-fedik-pastikan-vaksin-merah-putih-dapat-menangkap-varian-virus-terbaru/

WHO. (2023). One Health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/one-health