Konten dari Pengguna

Perlombaan AI: Perkembangan Perusahaan Dunia

Siti Fatimah A, Laurensius Marsyal, Asjad Latifa L

Siti Fatimah A, Laurensius Marsyal, Asjad Latifa L

Mahasiswa Politeknik Statistika STIS Program Studi Diploma III

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Siti Fatimah A, Laurensius Marsyal, Asjad Latifa L tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penggunaan ChatGPT (https://images.pexels.com/photos/16094040/pexels-photo-16094040/free-photo-of-man-using-laptop-wit-chat-gpt.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&w=1260&h=750&dpr=1 )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penggunaan ChatGPT (https://images.pexels.com/photos/16094040/pexels-photo-16094040/free-photo-of-man-using-laptop-wit-chat-gpt.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&w=1260&h=750&dpr=1 )

Penggunaan Artificial Intelligence (AI) sudah menjadi hal yang umum di masa sekarang. Berdasarkan publikasi "Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022" oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 66,8% penduduk Indonesia mengakses internet. Lalu, 62,10% dari pengguna internet tersebut menggunakan media sosial. Sekarang media sosial seperti WhatsApp sudah memiliki AI-nya sendiri. Banyaknya pengguna AI mendorong perusahaan-perusahaan besar lain yang awalnya bukan spesialis dalam membuat AI, tetapi mulai membuat AI versi mereka sendiri. Dilansir dari McKinsey & Company, ada lebih dari 50% perusahaan-perusahaan terkenal di dunia yang telah menggunakan AI entah itu mereka ciptakan sendiri atau bermitra dengan perusahaan penyedia AI.

Perusahaan-perusahaan yang membuat AI-nya sendiri:

1. Apple

Mungkin banyak tidak asing lagi dengan istilah “Hey Siri”. Siri adalah layanan AI yang dibuat oleh Apple dan dibuat sejak tahun 2011 sehingga menjadi penanda awal terkenalnya layanan AI. Siri dikenal karena fitur untuk mengenal suara pengguna dan lebih sering digunakan sebagai hiburan;

2. Amazon

Alexa adalah layanan AI tahun 2014 yang dibuat oleh Amazon. Alexa bisa terhubung ke perangkat-perangkat lain seperti lampu dan termostat. Pengguna dapat menghidupkan atau mematikan perangkat hanya dengan suara. Fitur ini dinamakan “Smart Home”;

3. Tesla

Ilustrasi Pengendara Mobil Tesla (https://images.pexels.com/photos/7985590/pexels-photo-7985590.jpeg?auto=compress&cs=tinysrgb&w=1260&h=750&dpr=1 )

Perusahaan yang dimiliki Elon Musk ini membuat mobil yang bisa berkendara sendiri tanpa pengemudi (autopilot). Hal itu dapat terjadi karena teknologi AI mereka yang dikembangkan sejak tahun 2015;

4. OpenAI

Kalian tentu saja mengenal ChatGPT yaitu salah satu AI yang sukses sekarang. OpenAI adalah perusahaan yang menciptakan ChatGPT dan berdiri sejak tahun 2015. Karena kesuksesan ChatGPT, mereka juga menyediakan layanan AI lain seperti DALL-E dan Data Analyst;

5. Google

Gemini adalah AI bawaan dari Google. Gemini membantu pengguna untuk mengakses produk Google lebih mudah. Sama seperti Meta, fitur ini juga dibuat pada tahun 2023;

6. Meta

Pengguna WhatsApp pasti tidak asing lagi dengan Meta AI. Fitur ini baru saja ada dan sudah mulai digunakan. Fitur ini tergolong baru dan dibuat tahun 2023.

Alasan Perkembangan AI Bagi Perusahaan:

1. Perusahaan ingin mengembangkan ide baru

Sebagai contoh, Tesla tidak seperti kebanyakan perusahaan yang menggunakan AI sebagai media pelayanan, mereka menggunakannya sebagai autopilot;

2. Perusahaan ingin manajemen yang lebih efisien

Dengan AI, perusahaan butuh lebih sedikit karyawan untuk manajemen perusahaan, sehingga mengurangi biaya operasional;

Dampak AI Bagi Konsumen/Pengguna:

1. Jangkauan layanan konsumen lebih cepat

Perusahaan tentu harus melayani banyak pelanggan sekaligus. Salah satu solusinya yaitu teknologi AI yang cepat melayani seluruh konsumen sekaligus;

2. Fitur-fitur yang membantu

Autopilot pada Tesla dan Smart Home pada Amazon menjadi ‘breakthrough’ dalam revolusi teknologi, karena AI langsung berinteraksi dengan lingkungan fisik secara otomatis;

3. Sarana Hiburan

AI seperti ChatGPT dan Siri bisa menjadi sumber hiburan dikala bosan;

4. Penyalahgunaan

Perusahaan-perusahaan tetap menyimpan data pengguna. Apa yang pengguna katakan ke AI bisa saja disalahgunakan, sehingga privasi pengguna harus tetap dijaga.

Kesimpulan

Kemajuan AI berkembang pesat dan disusul perusahaan-perusahaan yang berlomba-lomba membuat AI mereka sendiri menunjukkan bagaimana AI menjadi pusat perhatian bagi perusahaan di seluruh dunia. Walaupun AI dapat menguntungkan banyak pihak, tetapi AI bisa merugikan pihak tertentu, misalnya para pekerja yang ‘role’ nya digantikan AI. Perlombaan ini bukan hanya persaingan perusahaan yang kompetitif, tetapi menjadi langkah manusia untuk lebih berinovatif dan bertanggung jawab.