KKN UMM Kenalkan Permainan Tangram untuk Asah Problem Solving Siswa SD

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas Psikologi, Program Studi Psikologi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Irwan Kukuh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Selama masa Kuliah Kerja Nyata (KKN), tim kami berkesempatan untuk mengimplementasikan permainan Tangram sebagai media pembelajaran bagi siswa SDN Baujeng 2 di Pasuruan. Tujuannya untuk melatih kemampuan problem solving, kreativitas, serta pemahaman geometri anak-anak dengan cara yang menyenangkan.

Tangram adalah permainan puzzle tradisional dari Tiongkok yang terdiri dari 7 bentuk geometri (5 segitiga, 1 persegi, dan 1 jajar genjang). Dengan menyusun potongan-potongan ini, anak-anak dapat membuat berbagai bentuk seperti hewan, benda, atau pola abstrak.
Kami memilih Tangram karena memiliki berbagai manfaat dalam perkembangan anak. Salah satu manfaatnya adalah melatih logika dengan anak belajar menganalisis bentuk dan ruang untuk menyelesaikan puzzle. Anak-anak juga dapat meningkatkan kreativitas mereka dalam menentukan bentuk sesuai imajinasi mereka. Kesabaran juga berperan dalam permainan ini ketika anak belajar mencoba berulang kali bentuk yang mereka inginkan hingga berhasil.
"The use of physical manipulatives, such as Tangram puzzles, is essential to help students visualize geometric concepts and develop spatial reasoning."
— National Council of Teachers of Mathematics (NCTM), Principles and Standards for School Mathematics (2000)
Rekomendasi NCTM ini menjadi dasar tim KKN UMM memilih Tangram sebagai media pembelajaran.
Kami mengadakan sesi permainan Tangram dengan langkah-langkah:
Demonstrasi: Memperlihatkan cara menyusun Tangram menjadi bentuk sederhana.
Tantangan Bertahap: Dari pola mudah (seperti kucing, burung) hingga kompleks.
Diskusi Kelompok: Siswa berkolaborasi menyelesaikan puzzle bersama tim.
Refleksi: Anak-anak menceritakan strategi dan tantangan mereka menyusun bentuk.
Siswa terlihat antusias karena mereka belajar sambil bermain. Beberapa dari mereka awalnya terlihat frustasi hingga akhirnya bangga saat berhasil menyelesaikan tantangan. "Awalnya susah, tapi pas udah bisa pengen nyoba bentuk yang lain!"- kata Alka siswa kelas 4.
Pengalaman KKN ini membuktikan bahwa media pembelajaran tidak harus mahal. Dengan alat sederhana seperti Tangram, anak-anak bisa belajar sambil bermain dengan efektif.
