Dari Pot ke Karakter: Menyiram Tanaman

Student of Yogyakarta State University, Departement Special Education'2023 Finished intern from SLB Autisma Dian Amanah
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zahra Nur Maula tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dari Pot ke Karakter: Menyiram Tanaman sebagai Program Kemandirian dan Kepedulian Lingkungan di SLB Autisma Dian Amanahn Lingkungan di SLB Autisma Dian Amanah

Dari Pot ke Karakter: Menyiram Tanaman sebagai Program Kemandirian dan Kepedulian Lingkungan di SLB Autisma Dian Amanah
Sleman– Setiap pagi hari Kamis, halaman SLB Autisma Dian Amanah, Ngaglik, Sleman, tampak berbeda. Beberapa murid terlihat antusias memegang ember kecil dan penyiram tanaman, didampingi guru dan mahasiswa Program Kampus (PK) yang secara rutin mendampingi kegiatan piket menyiram tanaman. Kegiatan piket menyiram tanaman merupakan bagian dari program sekolah untuk meningkatkan kemandirian dan kepedulian siswa terhadap lingkungan serta tumbuhan. Melalui rutinitas menyiram tanaman, siswa diajak memahami bahwa tumbuhan adalah makhluk hidup yang perlu dirawat, disiram, dan dijaga agar tetap tumbuh dengan baik.
Rutinitas Pagi yang Penuh Makna
Kegiatan dimulai selepas apel pagi. Bersama guru dan mahasiswa PK, murid menyiram tanaman sesuai jadwal piket, dijadwalkan untuk murid tingkat SDLB agar kemandirian dibentuk sejak dini dan kepekaan terhadap lingkungan ditanamkan lebih awal.
Disini mahasiswa PK ikut mendampingi kegiatan menyiram tanaman mulai dari memberikan instruksi sederhana, demonstrasi cara menyiram yang benar, serta motivasi agar murid melakukan kegiatan secara mandiri. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan individual, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing murid
Lebih dari Sekadar Piket
Bagi murid autis, kegiatan menyiram tanaman bukan sekadar tugas piket. Ini adalah media pembelajaran fungsional yang melatih berbagai aspek perkembangan, murid belajar melakukan tugas harian secara bertahap tanpa terus-menerus dibantu, aktivitas mengangkat ember, menuang air, dan mengarahkan penyiram melatih motorik kasar dan halus, murid melihat langsung bahwa tanaman yang disiram tampak lebih segar, sedangkan yang tidak dirawat bisa layu memberikan kepekaan dengan mengingat tanaman yang disiram setiap hari kamis,murid mulai peka bahwa lingkungan sekolah perlu dijaga bersama, termasuk tanaman di sekitar mereka.
Guru SLB Autisma Dian Amanah menjelaskan bahwa program ini dirancang berkelanjutan, bukan kegiatan insidental. Kami ingin ini jadi kebiasaan. Setiap Kamis, ada jadwal piket menyiram. Agar murid tahu tugasnya, dan perlahan bisa melakukannya sendiri, harapannya.
Dari Pot ke Karakter
Judul “Dari Pot ke Karakter” menggambarkan esensi program ini: dari aktivitas sederhana menyiram tanaman dalam pot, murid belajar nilai-nilai besar seperti tanggung jawab, kemandirian, empati, dan kepedulian. Setiap siraman air bukan hanya memberi kehidupan pada tanaman, tetapi juga “menyiram” benih karakter positif dalam diri murid.
