Konten dari Pengguna

Dampak Judi Online terhadap Masyarakat

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Fathir Falah Zikri Suratno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

created by AI
zoom-in-whitePerbesar
created by AI

Perkembangan teknologi internet memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat Indonesia. Dengan menggunakan telepon genggam, masyarakat dapat berkomunikasi, belajar, bekerja, berbelanja, dan mencari berbagai informasi dengan cepat. Namun, perkembangan teknologi juga membawa berbagai risiko apabila digunakan untuk kegiatan yang merugikan. Salah satu masalah yang semakin mendapat perhatian adalah judi online.

Judi online merupakan aktivitas perjudian yang dilakukan melalui internet menggunakan perangkat seperti telepon genggam, komputer, atau perangkat digital lainnya. Kemudahan akses membuat seseorang dapat menemukan dan memainkan judi online hampir kapan saja. Berbeda dengan perjudian konvensional yang membutuhkan tempat tertentu, judi online dapat dilakukan dari rumah atau tempat lain hanya dengan menggunakan koneksi internet.

Judi online sering kali menarik perhatian masyarakat melalui berbagai promosi yang memberikan kesan bahwa seseorang dapat memperoleh uang dengan cepat. Pada awalnya, seseorang mungkin hanya mencoba dengan jumlah uang yang kecil. Namun, ketika mengalami kekalahan, muncul keinginan untuk bermain kembali dengan harapan mendapatkan kembali uang yang telah hilang. Jika terus berlangsung, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi kecanduan.

Perkembangan Judi Online di Indonesia

Judi online telah menjadi persoalan yang cukup serius di Indonesia. Data PPATK menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat sekitar 12,3 juta orang yang melakukan deposit judi online, dengan perputaran dana mencapai Rp286,84 triliun melalui sekitar 422,1 juta transaksi. Meskipun angka perputaran tersebut menurun dibandingkan 2024, jumlah tersebut tetap menunjukkan besarnya skala aktivitas judi online di Indonesia.

Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa judi online tidak hanya dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu. PPATK juga menyampaikan bahwa judi online telah menyentuh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Pada kuartal pertama 2025, sekitar 71 persen dari 1,066 juta pemain yang dianalisis berasal dari masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp5 juta. Kondisi ini menjadi perhatian karena uang yang digunakan untuk berjudi seharusnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dampak terhadap Kondisi Ekonomi

Dampak yang paling mudah terlihat dari judi online adalah kerugian ekonomi. Seseorang yang terus berjudi dapat kehilangan uang dalam jumlah yang cukup besar. Ketika uang pribadi telah habis, seseorang dapat mencari sumber dana lain dengan cara meminjam kepada teman, keluarga, atau menggunakan layanan pinjaman.

Masalah tersebut dapat menjadi semakin berat ketika seseorang menggunakan uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan pokok. Biaya makan, pendidikan, listrik, tempat tinggal, dan kebutuhan keluarga dapat terganggu karena sebagian penghasilan digunakan untuk berjudi .

Kondisi ekonomi keluarga juga dapat mengalami penurunan. Tabungan yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan masa depan dapat habis dalam waktu singkat. Bahkan, seseorang dapat menjual barang miliknya atau berutang untuk terus bermain. Oleh karena itu, dampak judi online tidak hanya dirasakan oleh pemain, tetapi juga oleh anggota keluarganya.

Dampak terhadap Kesehatan Mental

Selain memberikan kerugian ekonomi, judi online juga dapat berdampak terhadap kesehatan mental. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa kecanduan judi termasuk dalam gangguan perjudian atau gambling disorder. Kondisi tersebut ditandai dengan perilaku berjudi yang dilakukan secara berulang dan sulit dikendalikan.

Seseorang yang mengalami gangguan perjudian dapat merasa gelisah atau mudah tersinggung ketika mencoba mengurangi atau menghentikan aktivitas perjudian. Mereka juga dapat meningkatkan jumlah uang yang dipertaruhkan untuk mendapatkan kesenangan atau mengejar kemenangan.

Masalah tersebut dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Pola tidur, pola makan, pekerjaan, pendidikan, dan hubungan dengan orang lain dapat terganggu. Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa gangguan perjudian dapat muncul bersamaan dengan masalah seperti kecemasan dan gangguan suasana hati.

Dampak terhadap Keluarga

Judi online juga dapat merusak hubungan dalam keluarga. Ketika seseorang mengalami kecanduan, perhatian terhadap keluarga dapat berkurang karena sebagian besar waktu dan pikirannya digunakan untuk berjudi.

Masalah keuangan juga dapat menimbulkan pertengkaran antara pasangan maupun anggota keluarga. Seseorang yang mengalami kerugian mungkin menyembunyikan jumlah uang yang telah digunakan untuk berjudi. Kebohongan mengenai utang dan penggunaan uang dapat mengurangi kepercayaan dalam keluarga.

PPATK menyebut judi online dapat menyebabkan kerusakan ekonomi rumah tangga dan meningkatkan berbagai kejahatan turunan. Karena itu, persoalan judi online tidak dapat dilihat hanya sebagai masalah pribadi pemain, tetapi juga sebagai persoalan sosial yang dapat memengaruhi keluarga dan lingkungan masyarakat Dampak terhadap Anak dan Generasi Muda Salah satu hal yang sangat mengkhawatirkan adalah keterpaparan anak-anak terhadap judi online. Pada Mei 2026, Kemkomdigi menyampaikan bahwa hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang berusia di bawah 10 tahun. Anak dan remaja merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena masih berada dalam tahap perkembangan. Jika mereka mulai mengenal judi online sejak usia muda, kebiasaan tersebut dapat mengganggu pendidikan dan perkembangan sosial mereka. Kemkomdigi juga menjelaskan bahwa tingginya penggunaan internet di kalangan generasi muda membuat pengawasan orang tua dan lingkungan menjadi penting. Anak perlu diberikan pemahaman mengenai penggunaan internet yang aman serta risiko dari konten perjudian yang muncul di dunia digital.

Dampak terhadap Kehidupan Sosial

Judi online juga dapat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Seseorang yang mengalami kecanduan dapat mengurangi interaksi dengan keluarga dan teman karena lebih fokus pada aktivitas perjudian. Masalah keuangan yang timbul juga dapat menyebabkan seseorang memiliki hubungan yang buruk dengan lingkungan sekitar. Dalam beberapa kasus, tekanan akibat utang dan kerugian dapat mendorong seseorang melakukan tindakan yang merugikan orang lain. PPATK menyebut terdapat berbagai kejahatan turunan yang berkaitan dengan judi online, termasuk penipuan, pinjaman online ilegal, kekerasan, hingga tindak kriminal lainnya.Dengan demikian, dampak judi online dapat berkembang dari masalah individu menjadi masalah sosial. Ketika semakin banyak anggota masyarakat mengalami masalah akibat judi online, keluarga, lingkungan kerja, dan lingkungan sosial juga dapat terkena dampaknya.

Upaya Mengatasi Judi Online

Mengatasi masalah judi online membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Masyarakat harus memiliki kesadaran bahwa judi online bukan merupakan cara yang aman untuk mendapatkan penghasilan. Penggunaan internet perlu diarahkan kepada kegiatan yang lebih positif, seperti belajar, bekerja, berwirausaha, dan mengembangkan keterampilan Keluarga juga mempunyai peran penting dalam mencegah kecanduan judi online. Orang tua perlu memperhatikan penggunaan internet anak dan memberikan edukasi mengenai bahaya perjudian. Jika terdapat anggota keluarga yang sudah mengalami kecanduan, dukungan keluarga sangat penting agar orang tersebut tidak merasa sendirian dalam proses pemulihan. Pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi penyebaran judi online. Selain pengawasan terhadap transaksi keuangan, pemerintah melakukan penindakan dan pemblokiran terhadap konten atau akses yang berkaitan dengan perjudian. PPATK juga bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan sektor keuangan untuk mengawasi aliran dana yang berkaitan dengan judi online. Bagi seseorang yang sudah mengalami kecanduan, mendapatkan bantuan profesional juga merupakan langkah yang penting. Kementerian Kesehatan menyebut adanya layanan untuk menangani gangguan perjudian, termasuk konseling individu, konseling keluarga, Cognitive Behavioral Therapy (CBT), dan Motivational Interviewing (MI).

Kesimpulan

Judi online merupakan masalah yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat Indonesia. Dampaknya tidak hanya berupa kehilangan uang, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, hubungan keluarga, pendidikan anak, dan kehidupan sosial. Besarnya jumlah pemain dan perputaran dana menunjukkan bahwa persoalan ini tidak dapat dianggap sebagai masalah kecil. Pencegahan membutuhkan kesadaran dari setiap individu serta dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan berbagai lembaga terkait. Masyarakat perlu menggunakan teknologi secara bijak dan tidak mudah percaya terhadap janji keuntungan cepat dari judi online. Masa depan seseorang jauh lebih berharga daripada keuntungan sesaat. Dengan menjauhi judi online dan menggunakan internet untuk kegiatan yang produktif, masyarakat Indonesia dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, sehat, dan bermanfaat