6 Gangguan pada Sistem PLTS yang Wajib Kamu Ketahui

Teknik Elektro - Universitas Sebelas Maret
Tulisan dari Maulana Afif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) merupakan pembangkit yang dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan sistem photovoltaic.

PLTS banyak digunakan karena merupakan pembangkit yang ramah lingkungan dan sumber energinya dapat diperoleh dari alam secara cuma-cuma, sehingga dapat mengurangi emisi gas karbon dioksida dan dapat menghemat listrik.
Walaupun PLTS memiliki banyak manfaat yang baik, kita juga harus memperhatikan bagaimana menggunakan dan merawat panel surya dengan baik. Karena panel surya juga dapat mengalami kerusakan.
Berikut merupakan contoh permasalahan atau kerusakan yang sering terjadi pada panel surya atau PLTS beserta cara penanganannya :
1. Masalah pada pembebanan/load
Output dari PLTS tentu akan disambungkan ke beban listrik, namun dalam proses penyaluran ini apabila terdapat masalah seperti beban berlebih ataupun koneksi ke beban yang salah tentu akan menjadikan masalah pada sistem PLTS.
Adapun hal-hal yang dapat kita lakukan ketika terjadi masalah pada beban/load adalah memeriksa semua sakelar, memeriksa tegangan yang ada dengan multimeter, memeriksa sekering dan pemutus arus, memeriksa tegangan sistem dan koneksi beban dan lain-lain.
2. Masalah pada inverter
Inverter merupakan alat yang digunakan pada sistem PLTS untuk mengubah tegangan DC output dari panel surya menjadi tegangan AC yang kemudian disambungkan ke beban/load.
Inverter dapat mengalami masalah apabila terdapat kesalahan pemasangan input/output ataupun terdapat kerusakan pada komponen di dalam inverter tersebut. Masalah yang terjadi pada inverter dapat menyebabkan gangguan pada beban, karena inverter tidak dapat menghasilkan listrik AC untuk beban.
Apabila telah diketahui inverter terdapat masalah, berikut merupakan beberapa hal yang dapat kita lakukan, memeriksa atau memperbaiki setiap grounding, memeriksa susunan wiring inverter, memeriksa bagian input/output inverter, memeriksa kabel DC dan lain-lain .
3. Masalah pada PV array
PV array merupakan gabungan dari beberapa modul PV, PV array dapat mengalami beberapa masalah seperti terjadinya hotspot ataupun adanya sambungan antar modul PV yang tidak benar. Kerusakan pada PV array dapat menjadi masalah yang serius apabila terus dibiarkan karena dapat memperpendek umur modul PV.
Untuk mengatasi masalah yang terjadi pada PV array beberapa hal yang dapat kita lakukan diantaranya memeriksa tegangan dan arus input inverter dari array, memeriksa setiap sakelarm sekering dan pemutus arus, memeriksa kabel koneksi, memeriksa sumber bayangan/shading, memeriksa modul yang kotor, memeriksa secara visual kerusakan yang terlihat dengan jelas dan lain-lain .
4. Masalah Hubung Singkat
Masalah atau gangguan hubung singkat dapat terjadi karena bertemunya kutub negatif kabel DC dengan kutub positif kabel DC, bertemunya fasa dengan ground ataupun bertemunya kabel positif DC dengan ground.
Masalah hubung singkat dapat menyebabkan beberapa hal yang cukup berbahaya seperti bahaya tersetrum, sistem tidak bisa berjalan hingga dapat menyebabkan kebakaran.
Untuk mengatasi apabila terjadi gangguan hubung singkat langkah yang dapat kita lakukan adalah memisahkan antar string PV, mematikan inverter terlebih dahulu, mematikan sakelar yang ada, menutup modul perstring agar tertutupi dari cahaya matahari dan melakukan analisis dengan melakukan pengukuran pada masing-masing sekering .
5. Gangguan Tegangan Berlebih
Gangguan tegangan lebih termasuk gangguan yang sering terjadi pada sistem PLTS khususnya pada saluran distribusi. Gangguan tegangan berlebih dapat disebabkan oleh kesalahan pada pengaturan tap trafo distrubisi, gangguan tersambar petir dan lain-lain.
Gangguan tegangan berlebih dapat diatasi dengan melakukan pemasangan relay over voltage pada sistem. Dimana relay tersebut tidak dapat bekerja apabila terjadi tegangan berlebih.
6. Hot Spots pada Panel Surya
Hot spot merupakan titik pada modul PV yang terjadi pengumpulan panas secara abnormal. Hot spot dapat disebakan oleh penyolderan yang tidak sempurna atau terjadi cacat struktural
Hot spot dapat mengakibatkan arus hubung singkat serta dapat memperpendek umur modul PV juga dapat menyebabkan kerusakan modul PV. Hot spot dapat dicegah dengan maintenance yang rutin dan pembersihan modul PV secara rutin.
Demikian tadi merupakan uraian permasalahan-permasalahan yang sering terjadi pada sistem PLTS. Setiap masalah atau gangguan yang terjadi pada sistem PLTS alangkah baiknya harus segara kita perbaiki karena hal tersebut dapat menimbulkan beberapa dampak seperti kebakaran, rusaknya komponen, losses yang tinggi hingga dapat menyebabkan kematian.
Dalam setiap memeriksa masalah atau kerusakan pada sistem PLTS kita harus mengutamakan aspek keselamatan, baik keselamatan pada jiwa maupun keselamatan pada lingkungan sekitar.
Untuk selalu menjaga keselamatan diri, dalam setiap pekerjaan kita harus memakai APD (Alat Perlindungan Diri) sesuai dengan medan yang akan di kerjakan, alat APD yang digunakan dalam pemasangan atau perbaikan PLTS dapat berupa sepatu safety, kacamata pelindung, sarung tangan isolator helm, dan body harness apabila bekerja di ketinggian. Selain menggunakan APD lengkap kita juga harus menggunakan alat yang tepat penggunaannya serta membiasakan diri untuk bekerja dalam lingkungan yang bersih dan tertata.
