Membaca Buku Cetak Lebih Bermanfaat Daripada Membaca Melalui Gawai

pelajar telkom
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari MUHAMMAD ZIDAN FAUZI AKBAR tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buku cetak dinilai lebih baik untuk fokus dan kesehatan mata dibanding gawai
Di tengah kemudahan akses bacaan digital saat ini, muncul pertanyaan: apakah membaca lewat gawai benar-benar lebih baik daripada membaca buku cetak? Menurut saya, membaca buku cetak secara langsung tetap lebih bermanfaat dibandingkan membaca melalui gawai. Ada beberapa alasan yang mendasari pendapat ini.
Pertama, dari segi fokus. Saat membaca buku cetak, perhatian kita cenderung lebih terjaga karena tidak ada gangguan lain di sekitarnya. Berbeda halnya ketika membaca lewat gawai, di mana notifikasi pesan, media sosial, dan berbagai aplikasi lain terus-menerus muncul dan mengalihkan perhatian dari isi bacaan. Akibatnya, proses memahami informasi pun menjadi kurang maksimal.
Kedua, dari segi kesehatan dan kepraktisan. Tidak dapat dipungkiri, membaca melalui gawai jauh lebih praktis—bisa dibawa ke mana saja dan memuat ribuan judul buku dalam satu perangkat. Namun, di balik kepraktisan itu, paparan cahaya biru (blue light) dari layar dalam waktu lama dapat menyebabkan mata cepat lelah bahkan berisiko merusak kesehatan mata. Sementara itu, meski buku cetak dianggap kurang praktis—misalnya saat harus mencari kembali halaman yang sudah dibaca—buku cetak tidak menimbulkan risiko kesehatan tersebut.
Ketiga, dari segi pengaruh jangka panjang. Kebiasaan membaca lewat gawai secara terus-menerus dapat membuat mata cepat lelah, menurunkan kemampuan fokus, dan mendorong seseorang untuk semakin bergantung pada teknologi, misalnya menggunakan AI untuk merangkum bacaan alih-alih membaca dan memahaminya sendiri. Sebaliknya, kebiasaan membaca buku cetak secara konsisten justru melatih daya fokus dan memperkuat daya ingat dalam jangka panjang.
Berdasarkan alasan-alasan tersebut, meskipun gawai menawarkan kepraktisan dalam mengakses bacaan, dari segi kesehatan, fokus, dan manfaat jangka panjang, membaca buku cetak tetap lebih unggul. Oleh karena itu, membiasakan diri membaca buku cetak—meski di tengah kemudahan teknologi—tetap menjadi pilihan yang lebih bijak untuk menjaga kualitas membaca dan kesehatan diri.
