Pengaruh Air Cucian Beras dan Monosodium Glutamat sebagai Penyubur Tanaman Hias

Nahdah Raflina, saat ini sedang menjadi mahasiswi dengan jurusan Tadris Biologi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Nahdah Raflina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hidup yang sehat diperlukan juga lingkungan yang bersih, asri dan teduh. Salah satu upaya membuat lingkungan sekitar termasuk ke lingkungan yang asri ialah dengan menanam pohon atau bahkan tanaman hias. Sudah tidak jarang lagi, kini tanaman hias banyak digemari oleh banyak orang dari kalangan usia yang muda hingga yang berlanjut usia. Selain membuat lingkungan yang asri, tanaman hias juga dapat menjadikan seseorang hobi dalam merawat nya. Tanaman hias juga dapat sebagai ajang yang dilombakan kelas dunia dari sisi unik, langka dan harganya.
Tanaman hias yang sehat, subur, lebat dan tentunya indah dilihat pasti ada tips dalam merawatnya. Selain itu juga ada faktor yang mendukung untuk membuat tanaman hias akan berumur panjang, diantaranya dimulai dari penyiraman yang rutin, cahaya matahari yang cukup serta pemberian pupuk yang teratur.
Eits, pupukkk? Pupuk adalah suatu bahan sebagai sumber unsur hara baik makro maupun mikro bagi tanaman, sedangkan pemupukan merupakan suatu tindakan mengaplikasikan dari pupuk. Pupuk terbagi menjadi dua jenis yaitu pupuk alami seperti pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk organik dan pupuk daur ulang. Sedangkan pupuk buatan lainnya yang sudah mengandung zat kimia seperti pupuk npk yang sudah tidak asing lagi dipendengaran.
Sudah banyak penyediaan pupuk alami dan pupuk buatan yang dijual perbelikan di pasaran pertanian, perkebunan dan kolektor tanaman hias. Untuk mendapatkan pupuk alami yang ramah dikantong, efisien dan penggunaan bahan yang ada dirumah bahkan sering dijumpai didapur yaitu air cucian beras dan monosodium glutamat (MSG) yang dapat digunakan sebagai penyubur tanaman hias yang kini telah menjadi perhatian dalam dunia hortikultura.
Kita dapat memperoleh air cucian beras dari yang hampir setiap harinya mencuci beras untuk dimasak menjadi nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Yang sebelumnya beranggapan bahwa cucian beras sebagai limbah rumah tangga dan monosodium glutamat (MSG) sebagai penyedap rasa dan pelengkap bahan masakan ternyata mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tanaman.
Tahukah kamu? monosodium glutamat (MSG) mengandung banyak nitrogen, kalium dan natrium yang tentunya baik serta bagus untuk tanaman hias. Dari kandungan tersebut dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam proses fotosintesis dan regenerasi daun.
Tidak kalah dengan monosodium glutamat (MSG) tentu saja air cucian beras juga mengandung banyak nutrisi diantaranya karbohidrat, fosfor, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B1, protein, zat besi, serat, asam lemak esensial dan kalium. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa air cucian beras dapat meningkatkan aktivitas mikroba di tanah yang dapat membantu penyerapan nutrisi oleh tanaman hias tersebut. Selain itu, kualitas tanah akan lebih baik dan meningkat kesuburan, kelembaban karena diberikannya air cucian beras dan monosodium glutamat (MSG) sebagai pupuk alami dengan perlakuan yang rutin dan teratur.
Pemberian pupuk alami ini akan memperoleh dampak yang positif jika air cucian beras dan monosodium glutamat (MSG) digunakan dengan benar. Air cucian beras yang digunakan adalah air cucian beras pertama kali nya setelah mencuci beras yang lebih banyak mengandung nutirisi. Untuk air cucian beras tidak ada takaran nya seberapa banyak beras yang harus dicuci sehingga dapat menyesuaikan saja sesuai kebutuhan. Siramkan air beras ini ke tanaman seminggu sekali untuk hasil yang ideal dan optimal. Sedangkan untuk monosodium glutamat (MSG) terdapat takaran yang benar dengan melarutkan sekitar 1 sdm monosodium glutamat (MSG) kedalam 5 liter air, pemberian pupuk alami dengan monosodium glutamat (MSG) ini dapat dilakukan dengan menyiram larutan tersebut ke tanaman hias setiap dua minggu sekali dan kedua pupuk alami tersebut sangat dianjurkan dilakukan penyiraman terhadap tanaman hias pada waktu pagi hari dan sore hari untuk menghindari penumpukan garam dan genangan air berlebihan yang dapat membuat layu tanaman, media tanam dengan kelembaban yang berlebihan bahkan dapat merusak tanaman yang mengakibatkan tanaman tersebut mati.
Air cucian beras dan monosodium glutamat (MSG) memiliki pengaruh yang besar sebagai penyubur tanaman hias. Kedua bahan tersebut dapat menyediakan nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias dengan bahan yang mudah didapatkan atau penggunaan limbah kembali secara bermanfaat. Air cucian beras dan monosodium glutamat (MSG) terbukti efektif serta ramah dikantong sebagai faktor pendukung dan pengaruh dalam pertumbuhan, perkembangan dan generasi tanaman hias berkelanjutan.
